Pejabat Kementerian Pendidikan Kok Bermental Pengemis

Pejabat Kementerian Pendidikan Kok  Bermental Pengemis
Dr Azmi Syahputra SH. M.H. Ketua Asosiasi Ilmuwan Praktisi Hukum Indonesia (ALPHA)
Mari Berbagi


HMSTimes.com, JAKARTA- Pasca penangkapan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi  yang melakukan operasi tangkap tangan di lingkup Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Rabu (20/5/2020) sekitar pukul 11.00 WIB, diduga beberapa orang pejabat setingkat kepala bagian   kepegawaian  dan SDM serta beberapa staf di periksa terkait menerima uang THR dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ)

Bagaimana mungkin kampus UNJ sebagai salah satu unit  mitra kerja kementrian pendidikan akan ujug-ujug memberikan THR pasti ada permintaan tertentu “yang rasa tekanan” dari pejabat kementerian,  pihak UNJ seperti terancam karena yang minta personil lembaga yang cukup dianggap strategis dalam hubungan kinerja pengembangan SDM UNJ, diduga pihak UNJ tidak ada pilihan lain, mau tidak mau karena nyata-nyata  memang tidak ada pilihan karena diketahui kementrian tersebutlah satu-satunya yang berwenang mengurusin  terkait  kepegawaian di UNJ atau bisa saja pejabat ini pernah membantu UNJ, sehingga karena tidak ada pilihan  pada lembaga kementrian lainnya, jadi ini nyata pemerasan dari oknum pejabat kementrian.

Kejadian ini adalah semakin menambah PR Menteri Nadiem dan jadi bagian kegagalan Menteri dimana anak buahnya masih bermental pengemis, pejabat kementerian kok begitu. Menterinya harus bisa mengikis mental pengemis para pejabat di unit kerjanya, memalukan di situasi bencana covid seperti pejabat kok gemar meminta-minta itu jelas faktor mental, perilaku yang salah, ini kekeliruan yang kronis.

Karenanya  bagi  penyidik dalam menyisir peristiwa ini harus detail menemukan motif dan siapakah inisiator dari adanya pemerasan modus THR ini, cari pihak siapa saja yang punya kepentingan dan diuntungkan, inilah pihak yang harus dimintai pertanggungjawaban, karena adalah kurang tepat bila menghukum orang yang tidak salah apalagi dia hanya sebagai pengantar uang THR saja tanpa kepentingan apapun.

BACA JUGA:  "Hunian Standard Anti Corona"

Azmi Syahputra

Dosen Hukum Pidana Universitas Bung Karno


Mari Berbagi
Redaksi HMS Times

Redaksi HMS Times

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com