14 Tahun SPBU Mini di Kampar Bebas Jual BBM Dengan Jeregen Tanpa Batas

14 Tahun SPBU Mini di Kampar Bebas Jual BBM Dengan Jeregen Tanpa Batas
SPBU yang menjual BBM di Jeregen Tanpa Batas
Mari Berbagi


HMSTimes.com, KAMPAR- Berdasarkan informasi dari masyarakat, terkait kegiatan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Mini 15.283.047, milik PT.Najisa Yusna Karya Abadi yang terletak di desa Kijang Jaya RT 04/RW 01 Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar (Bangkinang) yang melayani pembelian bahan bakar minyak (BBM) di jeregen dalam jumlah yang besar, tim badan pengawasa laporan keuangan aparatur sipil negara (BPLK ASN) kabupaten Siak, melakukan investigasi dilapangan.

Ketua dewan pengurus cabang (DPC) BPLK ASN, Kab. Siak, Jonsen Tampubolon menyampaikan, berdasarkan surat tugas dari pusat dengan No.004/st/DPP BPLK ASN/II/2020, pihaknya melakukan investigasi ke SPBU tersebut.

Penjualan BBM di Jeregen bebas di Salah satu SPBU di Kampar. Riau

“dengan surat tugas dari DPP no.004/st/DPP BPLK ASN/II/2020, kami melakukan investigasi terhadap SPBU MINI milik PT. Najisa Yusna Karya Abadi, atas dasar aduan masyarakat  bahwa di SPBU mini tersebut melayani pembelian BBM jenis solar, premium , pertalit , pertamax   dengan mengisi pakai jeringen tanpa batas dengan harga /liter sesuai dengan  yang telah ditetapkan oleh pemerintah, namun setiap per jeringen dikenakan biaya sebagai uang isi dengan harga Rp. 10.000/ jeringen,” jelasnya

Menurutnya, berdasarkan informasi dari pembeli, bahwa SPBU tersebut bebas membeli BBM, sepanjang masih ada stok.

“masyarakat dari berbagai daerah bebas membeli BBM dari SPBU mini tersebut selagi stock masih ada,   ada yang berasal dari desa Libo Jaya , Desa Samsam , Kelurahan Kandis Kota,  Kecamatan Kandis Kab. Siak, bahkan ada yang dari Rokan Hulu,”Bebernya.

Kata Jonsen, sesuai informasi dari Riki Sahputra, Humas SPBU tersebut, jika jumlah pasokan BBM mencapai 25 ton perhari, sementara praktek jual BBM di jeregan sudah berjalan selama 14 tahun.

” Hasil informasi , besaran pasokan SPBU mini dari Pertamina mencapai 25 ton per hari. Pengakuan humas SPBU mini tersebut yaitu bapak Riki Sahputra,  mengatakan masalah penjualan BBM dengan mengisi jeringen sudah  14 tahun yang lalu sampai sekarang dan hal ini sah-sah saja dan saya katakan ini resmi. Ada masyarakat dengan membawa surat dari desa, ada juga surat dari Kecamatan semua kami layani bahkan yang tidak membawa surat juga kami layani. Yah yang namanya pedangang eceran tetap kami layani ungkapnya kepada tim investigasi BPLK ASN,”terangnya.

BACA JUGA:  Mulai Sekarang, Ngisi Bahan Bakar di SPBU Wajib Pakai Masker

Jonsen mengatakan, sesuai hasil investigasi di lapangan terhadap SPBU mini tersebut, pihaknya akan ke Dinas terkait.

“dari hasil investigasi di lapangan terhadap SPBU mini itu, kami akan melaporkan ke Dinas Pendapatan (Dispenda) Kab. Kampar, serta ke Pertamina, apakah memang hal penjualan BBM dengan skala besar  dengan menjual pakai jerigen  di benarkan ?,” cetusnya.

(JT)


Mari Berbagi
Redaksi HMS Times

Redaksi HMS Times

Email Redaksi: hmstimes2020@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com