Jumat, 13 Maret 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini

Akibat Virus ASF, 42.000 Ternak Babi Mati di Sumut

20 Oktober 2020

Medan, 319 kata

Tonggo Simangunsong Tonggo Simangunsong
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara diminta bertindak cepat dalam menangani virus African Swine Fever (ASF) yang masih menyerang ternak babi di Sumut. Jika tidak, masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari ternak itu akan terus merugi.

Hal itu terungkap ketika masyarakat peternak babi di Sumut yang tergabung dalam Elemen Save Babi Sumut hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan anggota Komisi B DPRD Sumut, Senin, 19 Oktober 2020, di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, yang juga dihadiri oleh staf Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut.

Berdasarkan laporan dari peternak babi di Sumut, Ketua Komisi B DPRD Sumut, Viktor Silaen, mengatakan hingga saat ini kematian ternak babi akibat virus ASF masih terjadi. Bahkan, sudah ada 42.000 ekor ternak babi yang mati akibat virus tersebut.

“Apa langkah yang sudah dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut sejauh ini untuk mengatasi masalah ini? Sebab, dari yang kami dengar, masih ada ternak babi yang mati karena virus ini dan kerugian terus bertambah,” kata Viktor Silaen kepada staf Dinas yang hadir pada saat itu.

Berita Lain

Wabup Ariston Ajak Koperasi Desa Bergerak Cepat, Tekankan Semangat Kekeluargaan dan Gotong Royong

Wabup Ariston Tua Sidauruk: Ramos Pantas Jadi Langkah Nyata Wujudkan Samosir Bebas Stunting

Pemkab Samosir Sambut Pelari dari 27 Negara, TOTK Tampilkan Samosir di Panggung Internasional

Sepakat, Bupati Samosir dan DPRD Teken KUA-PPAS APBD 2026

Sayangnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Azhar Harahap, tidak hadir pada RDP itu karena dalam keadaan sakit sehingga dia diwakilkan oleh Kepala UPT Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Muhamin Damanik.

Menurut Muhamin, virus ASF memang telah berdampak secara ekonomi bagi peternak babi di Sumut. “Namun, ini merupakan penyakit pertama di Indonesia. Virus ini dapat menghabiskan 100 persen ternak babi,” katanya.

Muhamin Damanik mengatakan populasi babi di Sumut mencapai 1,2 juta lebih, yang tersebar di 31 kabupaten/kota. Sekitar 75 persen merupakan ternak rakyat, selebihnya dikelola perusahaan. Sejauh ini ternak babi yang mati akibat ASF masih terus bertambah, seperti di Kabupaten Humbang Hasundutan, Simalungun, dan yang terbanyak di Nias.

“Diduga penyebab virus ASF berasal dari sisa-sisa makanan ekspor dan sampai saat ini vaksinnya belum ditemukan,” katanya. Karena belum adanya vaksin, pemerintah juga kewalahan menangani virus ini. Upaya pemerintah masih sebatas membagikan disinfektan dan mengedukasi masyarakat tentang pencegahan penyebaran virus ASF. “Masih itu yang dapat kami lakukan sejauh ini,” katanya.

Berita Lain

Kunjungan kerja anggota DPRD Asahan ke kantor bupati Asahan bahas Pengembangan Pondok Pesantren di Provinsi Sumatra Utara. (Foto: Risma./ HMS).

Pemkab Asahan Terima Kunjungan Kerja DPRD Provinsi Sumatra Utara Bahas Ranperda Pesantren

6 Januari 2026
Pemkab Asahan terima  Kunjungan Kerja DPRD  bahas Ranperda Pesanten.(Foto: Risma./HMS).

Pemkab Asahan Terima Kunjungan Kerja DPRD Provinsi Sumatra Utara Bahas Ranperda Pesantren

5 Januari 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS