Minggu, 15 Maret 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Badut pengemis di lampu merah Simpang Kabil, Batam. (Foto: Joni Pandiangan)

Jualan Tidak Laku, Jadi Badut Pengemis

30 November 2020

Batam, 276 kata

Joni Pandiangan Joni Pandiangan
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Demi untuk bertahan hidup di Kota Batam, Sofian Sitorus, pria asal Tebing Tinggi, Sumatra Utara, rela menjadi badut Mickey Mouse di seputaran lampu merah Simpang Kabil, Kota Batam.

Bekerja sebagai seorang badut dengan terpaksa digeluti oleh Sofian karena berjualan di lampu merah tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan hidupnya. “Belakangan ini tidak ada lagi barang daganganku yang laku terjual maka mau tidak mau, haruslah jadi badut,” katanya kepada HMS, Senin, 30 November 2020.

Sudah sekitar tiga tahun Sofian Sitorus berjualan kemoceng dan pengharum mobil. Namun, dampak pandemi Covid-19 membuat barang dagangannya sangat sulit terjual.

Satu bulan yang lalu dia berpikir untuk mencari penghasilan dengan cara lain, tetapi masih di lampu merah Simpang Kabil. “Menjadi badut Mickey Mouse sepertinya adalah solusi untuk menambah pendapatan dan memenuhi kebutuhan hidup,” ucap Sofian.

Berita Lain

Polresta Barelang Siapkan Layanan Penitipan Kendaraan untuk Pemudik

AirAsia Buka Rute Baru Batam-Kuala Lumpur

Prediksi Cuaca Batam 14 Maret 2026, Hujan Ringan dan Berawan

Di Hadapan Menteri Purbaya, BP Batam Tegaskan Komitmen Benahi Persoalan Investasi

Meskipun begitu, bekerja sebagai seorang badut juga membuat dirinya khawatir. “Pekerjaan menjadi badut harus mencuri-curi. Nanti ditangkap petugas pula,” ujarnya.

Dia mengakui bahwa pertama kali menjadi badut pengemis membuat dirinya malu, karena bertolak belakang dengan hati kecilnya. “Saya malu minta-minta. Saya masih sehat kok, kenapa harus minta-minta begitu?” katanya.

Perasaan malu menjadi badut di lampu merah sempat membuat dia kesulitan mendapatkan uang. “Ada sekitar dua mingguan hati ini tidak terima menjadi pengemis dengan cara jadi badut, membuat aku mencari uang untuk kebutuhan keluarga terasa sulit,” ucap Sofian. Namun, setelah dua minggu pertama berlalu, akhirnya dia pun ikhlas menjadi badut pengemis.

Dalam satu hari dia bisa memperoleh sekitar Rp100 ribu dengan hanya minta-minta di lampu merah. “Menjadi seorang badut lebih menjanjikan ketimbang berjualan. Dengan uang sebesar itu dapatlah memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Sebelumnya, sudah banyak pekerjaan yang telah digelutinya, seperti berjualan di Pasar Jodoh dan menjadi sopir angkot jurusan Jodoh-Punggur.

Berita Lain

Personel Polsek Batu Ampar melakukan pengawalan penyaluran air bersih ke rumah-rumah warga Kota Batam (Dok:Polsek Batu Ampar)

Polsek Batu Ampar Kawal Distribusi Air Bersih Hari ke-40 di Dua Kelurahan

4 Maret 2026
Acara hari jadi Kota Batam diikuti sejumlah anggota dewan dan Wali Kota Batam. (Foto: Humas DPRD).

Ketua DPRD Kota Batam Hadir Dalam Acara Memperingati Hari Jadi Kota Batam ke-196

20 Desember 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS