Senin, 26 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Jasad Hartijo (49) saat disalatkan di Ruang Pemulasaran RSBK Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 28 Juli 2021

Istri Hartijo: Kami akan Membawa Kasus Ini ke Ranah Hukum

31 Juli 2021

Batam, 255 kata

Fathur Rohim Fathur Rohim
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Meski Komite Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) Kepulauan Riau menilai meninggalnya Hartijo (49), tidak ada hubungannya dengan dua dosis vaksin Covid-19 yang diterima, pihak keluarga akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

Uswatun Khasanah, istri dari Hartijo (49) juga menyayangkan tindakan dokter penanggung jawab dan pihak penyelenggara pelaksaan vaksinasi masal oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri di Restoran Puas Hati, Batam Center pada, Minggu, 11 Juli 2021 lalu.

Menurut Uswatun, dokter Calvin Martin selaku penanggung jawab proses vaksinasi saat itu berusahan mencoret nama dokter yang memberikan dosis kedua vaksin ke suaminya.

“Kartu vaksin yang dipegang suami saya dicoret, dan nama dokter yang memberikan vaksin berusaha dihapus oleh penyelenggara,” katanya, Sabtu, 31 juli 2021.

Berita Lain

Jaga Ketersediaan Air Baku Batam, BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Ketua DPRD Batam Kamaluddin Minta Maaf atas Molornya Jadwal Paripurna, Segera Perbaiki Koordinasi

Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55

BP Batam dan Dewan Pers Perkuat Sinergi Kemitraan Media: Dorong Ekosistem Jurnalisme Tumbuh Profesional dan Berkualitas

Selain itu, kata dia, respon dokter yang nomornya tertera di kartu vaksin juga tidak baik meski Hartijo sudah mengeluhkan kondisinya pascavaksin. Uswatun pun tidak menapik fakta bahwa suaminya memiliki riwayat penyakit paru-paru, dan sempat menolak menerima vaksin Covid-19.

“Tetapi karena ada kewajiban dari perusahaan, suami saya akhirnya terapi dan konsultasi dulu dengan dokter spesialis paru di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK). Setelah tiga minggu terapi dan konsultasi, barulah suami saya dapat surat keterangan sehat dan bisa ikut vaksinasi,” kata dia.

Dengan kejadian ini, Uswatun hanya ingin meminta keadilan atas apa yang menimpa suaminya. Tidak hanya itu, Uswatun juga meminta agar sebagai salah satu tenaga kesehatan, dokter penanggungjawab yakni dokter Calvin seharusnya lebih memperhatikan warga para penerima vaksin dengan keluhan mereka.

“Saat ini saya memang tidak bisa berbuat apapun, karena sedang Isoman. Tapi saat ini ada kemungkinan kami akan membawa kejadian ini ke ranah hukum,” kata Uswatun.

Berita Lain

Pegawai Pemerintah Malaysia Diperas di Batam, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

6 Juli 2026

Trafo Kelebihan Beban, PLN Batam Bangun Gardu Baru di Senjulung

6 Juli 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS