Minggu, 25 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kelurahan Galang, Pulau Galang, pada hari Selasa, 23 Februari 2021. (Foto: Humas Polda Kepri)

Kebakaran Hutan dan Lahan di Pulau Galang

24 Februari 2021

Batam, 241 kata

hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kelurahan Galang, Pulau Galang, pada hari Selasa, 23 Februari 2021 sekitar pukul 16.00. Menurut Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt, ada sekitar 10 hektare hutan dan lahan yang dilalap ‘si jago merah’.

Mobil AWC Polresta Barelang, AWC Sat Brimobda Polda Kepri, Ditpam BP Batam, dan Tim Manggala Agni diturunkan ke area sekitaran yang terbakar untuk melakukan tindakan penyiraman.

“Tim terus berjibaku melakukan penyemprotan hingga malam hari dan semoga saja kebakaran ini cepat terkendali dan berhasil dipadamkan,” kata Goldenhardt, Rabu, 24 Februari 2021.

Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Irjen Pol Aris Budiman, yang terjun langsung memimpin pemadaman kebakaran tersebut, kata Goldenhardt, menghimbau masyarakat setempat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, hutan, dan pekarangan pada saat memasuki musim kemarau karena dapat berdampak besar. Masyarakat juga dilarang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Berita Lain

Ketua DPRD Batam Kamaluddin Minta Maaf atas Molornya Jadwal Paripurna, Segera Perbaiki Koordinasi

Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55

BP Batam dan Dewan Pers Perkuat Sinergi Kemitraan Media: Dorong Ekosistem Jurnalisme Tumbuh Profesional dan Berkualitas

Investasi Korea di Batam Tembus USD65,1 Juta, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul

Goldenhardt menjelaskan bahwa kabut asap yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan dapat membuat masyarakat Kepri dan warga negara tetangga terkena ISPA.

“Dalam Undang-undang Kehutanan menyatakan pembakaran hutan merupakan pelanggaran hukum yang diancam dengan sanksi pidana dan denda, seperti yang dijelaskan didalam Pasal 78 Ayat 3 UU 41/1999 menerangkan bahwa pembakaran hutan dengan sengaja maka dikenakan pidana paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar. Sedangkan pada Ayat 4 pasal tersebut menyatakan pelanggar karena kelalaiannya diancam pidana 15 tahun dengan denda paling banyak Rp1,5 miliar dan sanksi bagi pelaku pembakaran lahan sesuai Pasal 108 UU PPLH diancam pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 10 tahun serta denda antara Rp 3-10 miliar,” kata Goldenhardt.

Berita Lain

Pegawai Pemerintah Malaysia Diperas di Batam, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

6 Juli 2026

Trafo Kelebihan Beban, PLN Batam Bangun Gardu Baru di Senjulung

6 Juli 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS