Kamis, 15 Januari 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Salah satu penjual minyak enceran di pinggir jalan, Sagulung, Kota Batam. (Foto: Muhamad Ishlahuddin)

Mengais Rupiah dari Menjual Minyak Eceran

21 Maret 2021

Batam, 341 kata

hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Banyak cara dilakukan masyarakat Kota Batam untuk mengais rupiah. Tidak hanya menjadi buruh pabrik, membuka usaha juga menjadi pilihan. Salah satunya, usaha menjual bahan bakar minyak (BBM) bensin jenis premium dan pertalite eceran.

Para penjual minyak eceran tersebut akan banyak kita temukan di pinggir jalan di Kota Batam. Menurut pantauan HMS pada Sabtu, 20 Maret 2021, di Sagulung. Mulai dari Simpang Hutatap menuju arah Dapur 12 terlihat puluhan pengecer minyak berada sepanjang jalan tersebut.

Ada yang berjualan di depan kiosnya, ada pula yang hanya membuat sebuah rak di pinggir jalan untuk memajang minyak dan ada juga yang menggunakan motor becak untuk berjualan.

Para pedagang minyak ini mudah kita temui di sepanjang jalan tersebut. Antar satu pengecer dan pengecer lainnya biasanya hanya berjarak sekitar 100 sampai 200 meter, bahkan bersebelahan dan berhadap-hadapan juga ada.

Berita Lain

Waterfront Pangururan: Pesona yang Menawan, Tantangan yang Menguji

Kisah Bocah 3 Tahun yang Selamat dari Pusaran Puting Beliung di Pulau Kasu Batam

Kecam Tindakan Rasmus Paludan, RMAB Ajak Remaja Muslim Batam Boikot Produk Swedia

Mariun Manik Mengembara Demi Cinta

Para penjual minyak eceran ini dalam sehari bisa meraup untung Rp20 sampai Rp30 ribu. “Sehari bisalah kita dapat Rp30 ribu. Kalau sampai Rp50 tak pernah,” kata Rudi, salah satu penjual minyak eceran yang menggunakan motor becak.

Dikemas dalam sebuah botol air mineral bekas berukuran 1500 mililiter, BBM jenis premium dijual dengan harga Rp13 ribu, sedangkan pertalite dijual dengan harga Rp14 ribu. “Kita cuma untung Rp1 ribu per botol,” katanya.

Rudi saat ini masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA), ia hanya sekadar membatu orang tuanya berjualan.

“Kalau sekolah dulu, pulang sekolah langsung jualan. Cuma karena pandemi ini, kapan aja bisa, soalnya kan online juga sekolahnya,” katanya.

Ibu Amrin, salah satu penjual minyak eceran lainnya, mengatakan kalau sehari ia paling tinggi meraup untung sebesar Rp20 ribu. “Syukur dapat segitu, biasa Rp10 ribu saja. Enggak banyak yang beli, lebih suka ke pom [SPBU] juga mungkin,” katanya kepada HMS pada Sabtu, 20 Maret 2021.

Ia mengatakan, satu jeriken ukuran 35 liter bisa mencapai 25 botol air mineral bekas berukuran 1500 mililiter. “Satu jeriken itu untungnya Rp25 ribu saja, kalau habis. Soalnya kita minta antarkan sama orang. Kalau ke pom langsung mungkin bisa untung Rp50 ribu. Saya dengarnya gitu,” katanya.

Amrin, selain berjualan minyak eceran, ia juga penjual buah-buahan di pinggir jalan. “Ginilah, sambil jualan buah, jualan minyak juga buat nambah-nambah penghasilan,” tutupnya.

Berita Lain

Wakil Menteri Koperasi dan UMKM RI, Helvi Yuvi Moraza saat berkunjung ke kawasan Jodoh Boulevard, Jumat, 9 Januari 2026. (Foto: Humas BP).

BP Batam Terus Mengembangkan Pariwisata Batam Sebagai Motor Penggerak Perekonomian

9 Januari 2026
Pelaut Batak Batam dengan Impian Besa

Pelaut Batak Batam dengan Impian Besar

23 Agustus 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS