Senin, 26 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. (Foto: Fathur Rohim)

Pemerintah Kota Batam Belum Berani Buka Sekolah

13 Agustus 2021

Batam, 214 kata

Fathur Rohim Fathur Rohim
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Meski level Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun menjadi level 3, Pemerintah Kota Batam belum berani membuka sekolah. Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas baru akan dilakukan jika vaksinasi pelajar sudah mencapai 100 persen.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, sejauh ini vaksinasi anak usia 12-18 tahun baru mencapai 40 persen. Itulah yang melatari keputusannya menutup sekolah. Meskipun Instruksi Mentri Dalam Negeri (Inmendagri) sudah memperbolehkan daerah PPKM Level 1, 2, dan 3 menerapkan PTM terbatas.

“Kalau diterapkan belajar tatap muka dengan jumlah murid 50 persen saja, tenaga pengajarnya juga tidak siap,” katanya di Aula Gedung Wali Kota Batam, Jumat, 13 Agustus 2021.

Rudi berharap, vaksinasi untuk anak-anak juga dapat mencapai angka yang sama dengan orang dewasa. Sehingga berbagai aktivitas dan keadaan kembali normal.

Berita Lain

Jaga Ketersediaan Air Baku Batam, BP Batam Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Ketua DPRD Batam Kamaluddin Minta Maaf atas Molornya Jadwal Paripurna, Segera Perbaiki Koordinasi

Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55

BP Batam dan Dewan Pers Perkuat Sinergi Kemitraan Media: Dorong Ekosistem Jurnalisme Tumbuh Profesional dan Berkualitas

“Informasi yang saya dapat dari Dinkes Provinsi, dalam waktu dekat bakal ada vaksin untuk anak-anak. Semoga segera datang lah vaksin itu,” katanya.

Pada Februari lalu, beberapa sekolah mulai menerapkan belajar tatap muka lantaran kasus Covid-19 di Batam menurun saat itu. Penerapan itu pun dibarengi dengan petunjuk teknis pelaksanaan pembelajaran di tengah pandemi. Beberapa di antaranya adalah meniadakan jam istirahat dan mata pelajaran olahraga, kelompok belajar dibagi menjadi dua hingga tiga shift, dan tiap kelas maksimal diisi oleh 16 siswa.

Selain itu, jam belajar juga turut dipangkas menjadi 1,5 jam saja. Seluruh siswa pun diminta membawa bekal untuk mengurangi mobilitas siswa saat di sekolah.

Berita Lain

Pegawai Pemerintah Malaysia Diperas di Batam, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

6 Juli 2026

Trafo Kelebihan Beban, PLN Batam Bangun Gardu Baru di Senjulung

6 Juli 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS