Program vaksinasi Covid-19 Indonesia mencapai babak baru. Pemerintah mencatat pada pekan lalu, telah berhasil menyuntikkan 200 juta dosis vaksin. pencapaian tersebut menempatkan Indonesia Peringkat Lima Besar negara dengan jumlah vaksinasi terbanyak di dunia.
“Dengan telah menyuntikkan lebih dari 200 juta dosis vaksin, jumlah ini telah mencapai 40 persen dari sasaran vaksinasi nasional untuk kategori lengkap dan 60 persen untuk dosis pertama. Terima kasih atas peran kita semua dalam upaya panjang untuk bersama-sama menghentikan laju pandemi ini.
Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo, seperti diungkapkan Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, pada Kamis, 11 November 2021 di Jakarta.
Harapan presiden, agar kita terus disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Segeralah vaksinasi dan bantu sekitar, terutama lansia dan anak, untuk juga mendapatkan vaksinasi Covid-19.
Ia menambahkan, pemerintah terus mendukung upaya vaksinasi nasional dan meningkatkan cakupannya agar masyarakat termasuk anak-anak dapat menerima vaksin Covid-19.
Wiku Adisasmito juga mengatakan, Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan Emergency Use of Authorization (EUA) vaksin sinovac bagi anak usia 6-11 tahun.
“Rekomendasi terbaru ini dikeluarkan karena anak juga dapat tertular atau menularkan virus corona dari dan ke orang dewasa di sekitarnya walau tanpa gejala,” kata Wiku Adisasmito.
Sementara update informasi Covid-19 dari 510 Kabupaten/Kota di 34 provinsi yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Kamis, 11 November 2021 pukul 12.00 WIB, tercatat jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif virus Covid-19, sebanyak 435 sehingga jumlah total 4.249.758 orang.
Pasien sembuh bertambah 470 sehingga jumlah total 4.096.664 orang. Sedangkan pasien meninggal bertambah 16 jumlah dengan demikian total menjadi 143.608 orang.
Saat ini pemerintah telah dan terus mengakselerasi program vaksinasi yang dilakukan kepada masyarakat. Data per 8 November 2021, sebanyak 125,4 juta masyarakat atau 60,24 persen telah menerima vaksin dosis pertama. Sebanyak 79,3 juta atau 38,1% orang yang sudah menerima vaksin dosis lengkap.



