Sabtu, 7 Maret 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Keluarga Siprianus Apiatus Bin Philipus saat berada di RSUD Embung Fatimah. (Foto: Arsip Narasumber)

Siprianus Meninggal Bukan Karena Sakit, Tapi Dianiaya

10 Mei 2021

Batam, 250 kata

hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Penyebab meninggalnya Siprianus Apiatus (27), narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada 10 April 2021, mulai terungkap.

Kapolsek Sagulung, AKP Yusriadi Yusuf, mengatakan, kasus meninggalnya napi tersebut bukan disebabkan karena peyakit, melainkan karena hantaman benda tumpul pada bagian perut korban.

“Berdasarkan hasil autopsi yang kita dapatkan, ada hantaman benda tumpul pada perut korban, sehingga menyebabkan pendarahan pada organ di dalam perut, akhirnya memicu respon radang sistem dan menimbulkan kegagalan multi organ,” kata AKP Yusriadi Yusuf kepada HMS pada Senin, 10 Mei 2021.

Dari hasil autopsi tersebut, kemudian pihaknya melakukan pemeriksaan kepada beberapa para terduga pelaku dan akhirnya didapatkan 3 orang yang mengakui bahwa telah melakukan penganiayaan terhadap korban.

Berita Lain

PT Pradana Samudra Lines Bertanggung Jawab atas Insiden Tugboat Terbalik di PT ASL

Tugboat Terbalik di Perairan Tanjung Uncang, Tiga ABK Tewas dan Satu Hilang

Bandara Hang Nadim Siapkan 248 Extra Flight untuk Mudik Lebaran

Polda Kepri Ungkap Perambahan Hutan Taman Buru Pulau Rempang

“Sabtu [8 Mei 2021] kemarin kita sudah melakukan penyidikan terhadap ketiga pelaku dan kita sudah menentapkan ketiganya sebagai tersangka,” kata dia.

Ketiga pelaku penganiayaan tersebut tak lain merupakan narapidana di Rutan yang sama, yakni Muhammad Yandi, Rinaldo Putra, dan Adi Saputra. “Mereka bertiga merupakan narapidana kasus pencurian,” katanya.

Pengungkapan kasus ini menurut AKP Yusriadi Yusuf, karena kerjasama antara pihak Rutan dan Kepolisian yang saling terbuka, sehingga pihaknya bisa melakukan penyelidikan lebih dalam. “Pihak Rutan bahkan memfasilitasi kita untuk pemeriksaan kepada para pelaku,” kata dia.

Sebelumnya seorang narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A, Kota Batam, Kepulauan Riau, meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Kepala Pengamanan Rutan Kelas II A Batam, Ismail, narapidana kasus pengeroyokan itu mulanya pada Sabtu, 10 April 2021 pagi, sempat mengeluhkan sakit di bagian hulu hatinya. Lalu meninggal dunia saat melakukan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah.

Berita Lain

Kapal tugboat milik PT Pradana Samudra Lines terbalik di perairan Tanjung Uncang, Batam (Dok SAR Tanjungpinang)

PT Pradana Samudra Lines Bertanggung Jawab atas Insiden Tugboat Terbalik di PT ASL

7 Maret 2026
Kapal tugboat tenggelam di kawasan perairan PT ASL Shipyard Batam (Dok: SAR Tanjungpinang)

Tugboat Terbalik di Perairan Tanjung Uncang, Tiga ABK Tewas dan Satu Hilang

7 Maret 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS