BATAM – DPD Real Estate Indonesia (REI) Khusus Batam menyebut, arah pengembangan Batam membuat sektor properti lebih optimis menghadapi potensi resesi global yang diprediksi akan terjadi tahun 2023 mendatang.
“Kita memang perlu hati-hati (menghadapi resesi global), tapi kami masih optimis. Arah Batam akan makin hari makin bikin kita optimis,” ujar ketua DPD REI Khusus Batam Achyar Arfan.
Beberapa indikator ekonomi memang tengah menunjukan sinyal resesi secara global. Tapi ancaman resesi sudah ada sejak tahun 2021 awal, tepatnya ketika ekonomi dunia terpukul oleh Pandemi COvid-19.
Namun Indonesi, khususnya Batam masih dapat mempertahankan pertumbuhan ekonominya higga menuju tahun 2022. Pertumbuhan ekonomi Batam bahkan melaju di angka 5,01 persen pada triwulan kedua tahun 2022.
Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam juga disebut memberikan sinyal optimis bagi pengembang properti. Keberadaan KEK disebut akan memberikan daya ungkit yang cukup tinggi terhadap ekonomi Batam.
“Kebijakan pemerintah yang prudent membuat ekonomi Indonesia, khususnya Batam cukup terjaga,” ungkapnya.
Di sisi lain, Bank masih memberikan relaksasi uang muka terhadap pembiayaan kepemilikan properti. Kebijakan ini membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan properti idaman mereka.
“Masalah sebagian besar pembeli adalah bagaiman mereka harus membayar uang muka yang cukup besar. Relaksasi Bank ini menjadi solusi. Apalagi bila pengembang bisa menawarkan cicilan uang muka jangka panjang,” jelasnya.
Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit mengatakan ancaman resesi tidak akan banyak berpengaruh bagi ekonomi dalam negeri.
Menurutnya, sektor properti justru akan sangat menarik untuk dijadikan aset investasi, karena harga jualnya yang diproyeksi akan meningkat seiring peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB).
“Justru ini saatnya berinvestasi di properti karena harganya stabil. Dengan PDB 5 persen tahun ini, harga properti akan mulai meningkat tahun depan,” ujarnya.
Untuk berinvestasi properti, dia mengimbau konsumen untuk berhati-hati dalam memilih developer terpercaya. Dalam hal ini, konsumen diminta untuk mengecek track record dari pengembang. (*)



