Jumat, 16 Januari 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKKPM), Bahlil Lahadalia. (Foto: Ist/ Dok.Kemenkominfo)
Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKKPM), Bahlil Lahadalia. (Foto: Ist/ Dok.Kemenkominfo)

Batal Jadi Investor IKN, Proposal Softbank Dianggap Tak Untungkan Indonesia

15 Desember 2022
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Softbank Group batal berinvestasi di proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini diungkapkan Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKKPM), Bahlil Lahadalia, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Rabu (14/12/2022).

Menurut Bahlil, Indonesia membutuhkan model investasi yang adil, atau saling menguntungkan bagi negara dan investor. Sementara, proposal yang ditawarkan Softbank Group asal Tokyo, Jepang itu justru berat sebelah.

“Menurut kami berdasarkan proposal yang ditawarkan, hanya menguntungkan bagi dia (Softbank) tapi tidak untung ke negara (Indonesia),” ujarnya.

Ia mencontohkan salah satunya, tentang pihak Softbank yang ingin menentukan internal rate of return (IRR) atau tingkat pengembalian modal.

Berita Lain

Waka Komisi II: Tak Masuk Akal Pemda Habiskan Rp1 M untuk Makan-Minum

TNI AL Kodaeral IV Batam Peringati Hari Dharma Samudera 2026

Komisi III DPR Mulai Bahas Pembentukan RUU Perampasan Aset

KC Whoosh 2025 Layani 6,2 Juta Penumpang, Magnet Baru Wisatawan Dunia

“Jadi dia mau bangun, terus IRR ditentukan sendiri, nanti pemerintah tinggal sewa ke dia. Enggak fair dong, enggak cincai dong. Kita mencari model investasi yang fair. Artinya yang investornya juga hidup, tapi negara juga jangan dibuat berat. Menang sama menang,” terang Bahlil.

Ditegaskan, bahwa pemerintah tidak ingin di dikte. “Itu yang dalam bahasa saya, enggak boleh pengusaha mengatur negara dan negara enggak boleh semena-mena ke pengusaha, karena kita saling membutuhkan,” imbuhnya lagi.

Bahlil juga menyebutkan, masih banyak investor global yang berkomitmen menanamkan modalnya untuk proyek IKN ini, meski Softbank batal berinvestasi. “IKN itu investornya sudah ada dari Uni Emirat Arab (UEA), Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan, dan beberapa negara Eropa,” bebernya.

IKN Dilirik Banyak Investor

Sebelumnya, Kepala Otorita IKN Bambang Susantono menyatakan, ada 21 negara di Uni Eropa yang tertarik untuk berinvestasi di IKN. Ketertarikan tersebut terlihat dari hasil pertemuan Otorita IKN dengan perwakilan dari 21 negara Uni Eropa itu.

“Tentunya akan ditindaklanjuti dengan serius, agar harapan pemerintah akan 80 persen pembiayaan proyek berasal dari investor, terpenuhi,” terang Bambang dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (03/12/2022) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Selain Bambang Susantono, juga ada Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe dan Sekretaris Otorita IKN Jaka Santos. Sedangkan perwakilan dari Uni Eropa diantaranya berasal dari Italia, Polandia, Belgia, Hungaria, Rumania, Swedia, dan negara lainnya.

Selain itu, Otorita IKN juga sudah melakukan pertemuan dan membahas kerja sama dengan Pemerintah Finlandia dan Pemerintah Spanyol, yang menyatakan berminat untuk terlibat dalam pembangunan IKN. Termasuk Korea Selatan dan UEA yang menyatakan ketertarikannya lebih dulu, untuk membangun IKN.

Bambang kemudian meyakinkan, bahwa pihaknya terbuka bagi investor IKN manapun untuk bekerja sama dalam sektor tertentu.(*)

Sumber : tempo.co

Berita Lain

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong (kanan).(Foto: Ist./DOK. Humas Kemenpan-RB).

Waka Komisi II: Tak Masuk Akal Pemda Habiskan Rp1 M untuk Makan-Minum

16 Januari 2026
Komandan Kodaeral IV, Laksda TNI Berkat Widjanarko, S.E., M.Tr.Opsla melakukan
tabur bunga di Dermaga Mako Kodaeral IV Batam saat peringatan Hari Dharma Samudera 2026. (Foto: Ist./dok.PWI JAYA).

TNI AL Kodaeral IV Batam Peringati Hari Dharma Samudera 2026

16 Januari 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS