TANGERANG – Presiden Joko Widodo mengajak semua pihak bersikap optimistis di tengah krisis yang melanda dunia. Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 yang digelar di Hall Nusantara, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Rabu (19/10/2022).
“Kita semuanya harus tetap optimistis meskipun lembaga-lembaga internasional menyampaikan bahwa tahun ini sulit, tahun depan akan gelap. Silakan negara-negara lain. Negara kita harus tetap optimis, tapi memang harus tetap waspada, harus hati-hati karena badainya itu sulit dihitung, sulit diprediksi, sulit dikalkulasi. Akan menyebar sampai ke mana, imbasnya ke kita seperti apa,” ungkap presiden.
Sejumlah indikator turut mendorong optimisme Indonesia. Salah satunya adalah inflasi yang masih berada di angka yang relatif rendah.
Agustus 2022, inflasi nasional berada pada angka 4,6 persen, pada kuartal II tahun 2022 berada pada 4,9 persen, dan naik sedikit ke angka 5,9 persen setelah pemerintah menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Masih bisa kita kendalikan. Kemudian, tolong nanti dibandingkan inflasi kita dengan negara-negara lain, pertumbuhan growth kita dibandingkan dengan negara-negara lain,” presiden mengingatkan.
Perdagangan Surplus
Selanjutnya, neraca perdagangan Indonesia juga terus mengalami surplus selama 29 bulan berturut-turut. Dari Januari sampai September 2022, neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar USD 39,8 miliar.
“Ini atas dukungan bapak, ibu sekalian, sudah 29 bulan terus surplus neraca dagang kita. Tadi sudah disampaikan oleh Pak Zul, Menteri Perdagangan, dari Januari sampai September surplus kita mencapai 39,8 miliar US dolar. Ini jumlah yang tidak sedikit. Ini juga berkat kerja keras bapak, ibu sekalian,” ujarnya.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, dan Pj Gubernur Banten Al Muktabar.
TEI 2022 yang diinisiasi Kementerian Perdagangan ini diselenggarakan selama lima hari pada 19–23 Oktober 2022. Sedangkan secara virtual, digelar pada 19 Oktober–19 Desember 2022.
Dalam siaran pers Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Selasa 18 Oktober 2022 mengatakan, TEI menghadirkan kembali interaksi langsung dengan para buyers potensial yang dibawa seluruh Kantor Perwakilan RI di luar negeri. Melalui event ini diharapkan dapat menjadi salah satu gerbang produk ekspor unggulan Indonesia ke pasar global dengan memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi.
Sementara itu Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi mengatakan, buyers yang telah mendaftar ( registered buyers ), tercatat 1.765 buyers dari 91 negara.
“Antusiasme buyer tidak hanya berasal dari negara-negara Asia Pasifik, tetapi juga wilayah di Amerika Latin seperti Brasil, Bolivia, Chili, serta buyer dari wilayah Eropa dan Afrika,” kata Didi. (*)



