Sabtu, 14 Februari 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Kepala OJK Kepri Rony Ukurta Barus.
Kepala OJK Kepri Rony Ukurta Barus.

Dibayangi Resesi Global, OJK Siapkan Strategi Untuk Pacu Kinerja Industri Jasa Keuangan

20 Oktober 2022
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

BATAM – Industri Jasa Keuangan akan menghadapi sejumlah tantangan, terutama akhir tahun hingga tahun 2023 mendatang. Potensi kenaikan suku bunga acuan dan ancaman resesi global diprediksi akan memberikan dampak pada kinerja sektor keuangan.

Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih optimis dapat meminimalisir risiko yang akan terjadi.

Kepala OJK Kepri Rony Ukurta Barus mengatakan, pihaknya telah merumuskan langkah-langkah antisipatif, terutama untuk menhadapi ancaman resesi global.

OJK akan terus memantau dan memastikan ketersediaan likuiditas di sektor jasa keuangan, serta mengantisipasi potensi risiko terkait dengan pelaksanaan fungsi intermediasi lembaga jasa keuangan.

Berita Lain

BP Batam Dukung Pengembangan Pendidikan Vokasi, Dorong Peningkatan Kualitas SDM

Sosialisasi Coretax Perkuat Kepatuhan Pajak Pegawai RSBP

Edukasi Jantung Bawaan, RSBP Batam Dorong Deteksi Dini

BP Batam Terima Kunjungan Kerja Kedutaan Besar Jerman, Bahas Peluang Investasi Sektor Maritim dan Galangan Kapal

“Likiditas sektor jasa keuangan – khususnya perbankan, sejauh ini cukup likuid. Ketika ada krisis, atau perlambatan pertumbuhan ekonomi, sektor jasa keuangan masih bisa bertahan dan mengelola risiko,” ujarnya.

Selain itu OJK akan meminta lembaga jasa keuangan untuk mencermati risiko pasar. Termasuk eksposur surat-surat berharga dan valuta asing di tengah tren penguatan dollar Amerika Serikat (AS), serta peningkatan volatilitas di pasar keuangan global.

Langkah ini penting, mengingat faktor resesi mayoritas berasal dari luar. Mau tidak mau, Industri jasa keuangan harus mengevaluasi dan melihat perkembangan kondisi ekonomi Dunia.

“Harus bisa melihat apa risikonya bagi mereka, dan apa yang bisa mereka lakukan untuk mengantisipasi,” paparnya.

Selanjutnya OJK juga meminta lembaga jasa keuangan untuk mencermati perkembangan risiko kredit di sektor-sektor ekonomi. Terutama dengan konsumsi energi yang tinggi, serta yang berhubungan erat dengan siklus harga komoditas.

“Misalnya industri yang bahan bakunya mayoritas diimpor dari negara yang terpengaruh dengan konflik geopolitik. Kalau industri tersebut tak dapat bahan baku, pasti tidak bisa produksi. Ini perlu di assesment,” paparnya.

Rony juga memastikan, OJK akan mempertahankan beberapa kebijakan untuk mengelola volatilitas dan tantangan yang terjadi di pasar modal domestik pada beberapa waktu kedepan. (*)

Berita Lain

keterangan: idsMEX Aesthetics Excellence Appreciation Award 2025 dj Bintan, Kepulauan Riau (Foto: ist)

Obagi Medical Masuki Era Baru di Indonesia Bersama idsMED Aesthetics

9 Februari 2026
Kapal Mutiara Galrib Samudera kandas di perairan Dangas, Batam dan menyebabkan pencemaran lingkungan di perairan sekitar (Foto: ist)

Polda Kepri Usut Insiden Kapal Mutiara Galrib Samudera yang Kandas di Batam

3 Februari 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS