Kamis, 21 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Letusan Gunung Tonga. (Foto: CNBC Indonesia)

Efek dari Letusan Gunung Tonga Capai Tepi Luar Angkasa

2 Juli 2022
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Ilmuwan dari University of Bath menyebut bahwa letusan gunung berapi bawah laut Hunga Tonga-Hunga Ha’apai yang terjadi pada Januari 2022 menjadi peristiwa vulkanik paling eksplosif di era modern. Penelitian yang terbit di jurnal Nature ini menyebut letusan yang terjadi pada Hunga Tonga menghasilkan gumpalan vertikal yang memanjang lebih dari 50 kilometer di atas permukaan bumi.

Adapun panas yang dilepaskan dari air dan abu panas di semburan tetap menjadi sumber gelombang gravitasi terbesar di bumi selama 12 jam ke depan. Letusan itu juga menghasilkan gelombang gravitasi seperti riak yang menurut pengamatan satelit meluas melintasi cekungan Pasifik.

Letusan itu juga memicu gelombang di atmosfer yang bergema di sekitar planet ini setidaknya enam kali yang bahkan gelombang di atmosfer itu mencapai kecepatan maksimum pada 320m per detik atau 720 mil per jam.

“Ini adalah ledakan yang benar-benar besar, dan benar-benar unik dalam hal apa yang telah diamati oleh sains hingga saat ini. Kami belum pernah melihat gelombang atmosfer yang mengelilingi seluruh dunia sebelumnya, atau pada kecepatan ini,” kata Dr Corwin Wright peneliti Royal Society University Research Fellow based at the Centre for Space, Atmospheric and Oceanic Science dari University of Bath, dikutip indiaeducationdiary, Sabtu, 2 Juli 2022.

Berita Lain

PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-65 di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat

Raja Salman Undang 42 Tokoh WNI Tunaikan Ibadah Haji Gratis

Wapres Gibran Panggil KSP Dudung, Bahas Perbaikan BGN

Kasus Korupsi Importasi: KPK Panggil 12 Pejabat Seksi Intelijen Cukai

Menurut dia, erupsi merupakan eksperimen alam yang luar biasa. Pihaknya mengaku akan meningkatkan pemahaman tentang atmosfer berdasarkan data yang telah dikumpulkan.

Sementara itu, Dr Scott Osprey dari National Center for Atmospheric Science, yang berbasis di Departemen Fisika, Universitas Oxford, berharap dapat melihat dampak lebih lanjut dari letusan Hunga Tonga.

“Studi kami menunjukkan bagaimana tampilan gelombang global yang mencolok didorong oleh sejumlah besar air laut yang menguap selama letusan. Namun, firasat saya adalah bahwa ada lebih banyak yang akan datang dari letusan ini. Saat jumlah uap air yang luar biasa menyebar ke seluruh stratosfer, mata akan beralih ke lubang ozon Antartika dan betapa parahnya itu akan terjadi di musim semi,” kata dia.

Sumber: CNBC Indonesia

Berita Lain

Laut di sekitar pesisir Bengkong tercemar akibat aktivitas reklamasi (Dok:Akar Bhumi Indonesia)

Hari Nelayan 2026, Ancaman Iklim dan Ekspansi Industri Menekan Nelayan Kecil

8 April 2026
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (Dok: Istimewa)

YLBHI Desak Polisi Usut Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

14 Maret 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS