BATAM – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berencana menggaet yacht yang parkir di Singapura untuk masu ke beberapa entry point yang ada di Kepri. Kepri menargetkan akan menggaet 20 hingga 30 persen dari 6.000 yacht dari Marina Singapura.
“Dengan wilayah laut kita yang lebih indah, tentunya bisa menarik mereka untuk masuk ke Kepri. 20 sampai 30 persen merupakan angka yang masuk akal. Jika mereka masuk, dan spending money di sini tentunya akan menggerakan perekonomian wilayah kita,” ujar Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.
Menurut Ansar, ini adalah potensi pariwisata besar untuk menambah pendapatan negara dari sektor pariwisata. Perairan Kepri sendiri memiliki tiga entry point, seperti di Nongsa Point Marina (NPM), Lagoi, dan Kepulauan Anambas.
Namun, masalah perizinan masih menjadi kendala. Pemilik yacht masih harus mengurus berbagai dokumen di lintas instansi dan Kementerian.
Untuk itu, perlu solusi agar perizinan tersebut bisa lebih mudah, tanpa mengabaikan kedaulatan maritim. Untuk level daerah, Ansar berjanji akan berupaya menyederhanakan regulasi teknis. Dia juga akan mencoba memfasilitasi agar pemerintah pusat memberikan kemudahan perizinan.
“Kalau menyangkut peraturan di daerah bisa kita kaji dan lakukan inovasi. Namun jika terkait pusat bisa kita fasilitasi agar ada kemudahan namun tetap tidak melanggengkan dan wisatawan tetap berwisata dengan aman,” jelasnya.
Minat Pemilik Yacht Tinggi
Direktur Utama PT. Nongsa Terminal Bay Djoko Pramono mengungkapkan, minat wisatawan mancanegara yang ingin masuk ke perairan Indonesia sangat tinggi. Namun terkadang aturan masuk cukup sulit dan memakan waktu cukup lama.
“Oleh karena itu, kita rapat kali ini, berusaha mencari solusi terbaik agar wisatawan bisa masuk dengan mudah bersama yacht-nya. Namun tetap dalam koridor taat aturan hukum di Indonesia,” harapnya.
Apalagi setelah pandemi Covid-19, minat wisatawan untuk masuk ke Batam terus meningkat. Semakin banyak yatch yang parkir di NPM. Dari Januari hingga September 2022 sudah mencapai 300 kapal.
Kendati meningkat, namun jumlah tersebut masih jauh dibanding kondisi sebelum pandemi. Pada 2018 saja misalnya, ada 1.196 kapal Yatch yang sandar di NPM. Dia berharap, tahun-tahun mendatang akan semakin banyak kapal yang parkir.
“Tahun 2023 ada 13 agenda boating event yang akan kami selenggarakan. Semoga ini semua dipermudah sehingga pariwisata bisa segera bangkit,” ucapnya. (*)



