Kamis, 30 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Jokowi juga menceritakan pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky beberapa waktu lalu. (Foto: CNBC Indonesia).

Gandum Membebani Dunia: 207 Juta Ton Cuma Nangkring di Gudang

2 Agustus 2022
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa ancaman krisis pangan begitu nyata pengaruh dampak dari perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina dalam beberapa bulan terakhir.

Berbicara dalam Zikir dan Doa Kebangsaan 77 Tahun Indonesia Merdeka, Jokowi menyebut harga pangan di negara lain sudah naik hingga 40%. Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah komoditas gandum.

“Karena apa? Mereka yang makan gandum di Asia, Afrika, Eropa, apalagi yang makanan hariannya gandum sekarang betul-betul berada pada posisi yang sangat sulit sekali. Sudah barangnya mahal, barangnya tidak ada,” kata Jokowi, Selasa, 2 Juli 2022.

Jokowi juga menceritakan pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, Zelensky mengaku memiliki stok gandum sebanyak 22 juta ton.

Berita Lain

Kemenimipas Bina 365 ASN Pelanggar Disiplin di Nusakambangan

BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Pertamina Pertahankan Harga Pertalite Rp10.000/Liter

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 190 kg Emas di Bandara Halim Perdanakusuma

Sebanyak 15 Korban Tewas Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur Teridentifikasi

“Stok dalam proses panen 55 juta ton. Artinya ada 77 juta ton diam di Ukraina tidak bisa keluar,” kata Jokowi.

Usai bertemu dengan Zelensky, Jokowi lantas bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Saat berbincang dengan Jokowi, Putin mengaku memiliki stok gandum sebanyak 130 juta ton yang tidak dapat dikirim karena berbagai sanksi imbas invasi ke Ukraina.

“Berarti Ukraina plus Rusia jumlah stok gandumnya 207 juta ton. Bukan 207 ton, tapi 207 juta ton,” kata Jokowi.

Jokowi meminta masyarakat lebih bersyukur dengan kondisi yang dialami Indonesia. Komoditas utama seperti beras, bahkan tidak mengalami kenaikan karena produksinya terpenuhi.

“Alhamdulillah beras di Indonesia bisa kita cari dan tidak naik sama sekali. Berkat kerja keras bapak ibu, berkat ikhtiar kita bergotong royong bersama,” kata Jokowi.

Sumber berita:  CNBC Indonesia

Berita Lain

Laut di sekitar pesisir Bengkong tercemar akibat aktivitas reklamasi (Dok:Akar Bhumi Indonesia)

Hari Nelayan 2026, Ancaman Iklim dan Ekspansi Industri Menekan Nelayan Kecil

8 April 2026
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (Dok: Istimewa)

YLBHI Desak Polisi Usut Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

14 Maret 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS