Jumat, 17 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Penemuan ini dilaporkan membuat gusar warga sekitar, bahkan beberapa orang mengaitkannya dengan Covid-19. (Foto: AP/Li Bo).

Geser Covid-19, China Dapati Kasus ‘Bakteri’ di Wuhan

15 Juli 2022
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Kota Wuhan, Provinsi Hubei di China mendeteksi adanya bakteri penyebab penyakit kolera pada seorang siswa. Bakteri ini juga ditemukan secara terpisah melalui sampel kura-kura cangkang lunak di pasar makanan.

Melansir Reuters, pihak berwenang mengatakan bahwa strain vibrio cholerae O139 yang menginfeksi siswa, diumumkan pada Senin, 11 Juli 2022 lalu, dan sampel kura-kura cangkang lunak di pasar makanan yang terkontaminasi tidak terkait.

Wuhan, dengan populasi lebih dari 12 juta, menyatakan bahwa kasus kolera pada seorang siswa lokal tidak menyebabkan infeksi lebih lanjut. Wuhan belum mengungkapkan sumber bakteri untuk siswa dan sampelnya, atau perincian tentang kemajuan penelusuran sumber.

Sementara pihak berwenang setempat pada Kamis, 14 Juli 2022 malam mengatakan pasar makanan di mana sampel dari kura-kura cangkang lunak yang diuji positif patogen yang dapat menyebabkan kolera telah didesinfeksi.

Berita Lain

KontraS Duga Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Bukan Atas Kehendak Pribadi

Ketua Ombudsman Yang Ditangkap Kejagung Miliki Kekayaan Rp4 Miliar

Bareskrim Polri Geledah Lima Gudang Tempat Ribuan Handphone Ilegal

Presiden Prabowo Tiba Kembali dari Rangkain Kunker ke Eropa

Meskipun tidak ada kasus kolera manusia yang ditemukan di antara orang-orang yang melakukan kontak dengan kura-kura cangkang lunak tersebut, toko khusus yang menjualnya diperintahkan untuk tutup selama tiga hari.

Otoritas pengendalian penyakit di distrik Hongshan Wuhan juga mengatakan telah melacak produk kura-kura cangkang lunak dari batch sama yang telah dikirim ke tempat lain. Mereka mengatakan tidak menemukan bakteri tersebut.

Penemuan ini dilaporkan membuat gusar warga sekitar, bahkan beberapa orang mengaitkannya dengan Covid-19. Meskipun tidak ada tanda-tanda kuat wabah kolera, warga khawatir tentang wabah penyakit lain yang dapat muncul kapan saja.

Laporan kolera, penyakit diare berair akut yang berpotensi fatal jika dibiarkan tanpa perawatan segera dan biasanya terkait dengan makanan atau air yang terkontaminasi, sebenarnya jarang terjadi di China. Hanya lima kasus pada tahun 2021 dan sebelas kasus pada tahun 2020 serta tidak ada kasus kematian.

Sumber berita : CNBC Indonesia  

Berita Lain

Laut di sekitar pesisir Bengkong tercemar akibat aktivitas reklamasi (Dok:Akar Bhumi Indonesia)

Hari Nelayan 2026, Ancaman Iklim dan Ekspansi Industri Menekan Nelayan Kecil

8 April 2026
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (Dok: Istimewa)

YLBHI Desak Polisi Usut Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

14 Maret 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS