Sabtu, 6 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Banjir di Lingga. (Foto: TribunBatam.id)

Hujan Lebat Mengakibatkan Banjir di Lingga

23 September 2022
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Hujan lebat mengguyur Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyebabkan banjir menggenangi pemukiman rumah warga di wilayah Pulau Singkep, Kamis, 22 September 2022.

Hujan yang terjadi sejak pagi, membuat beberapa titik di Pulau Singkep tergenang air.

Salah satunya di Kampung Baru, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep.

Air deras yang mengalir keruh masuk ke sejumlah rumah, sehingga warga terpaksa harus mengangkut barang prabotan rumah agar tidak teredam air.

Berita Lain

BP Batam Terima Audiensi Pengurus PMII, Bahas Isu Strategis Pembangunan Batam

Kinerja Investasi dan Logistik Menguat, Plh. Kepala BP Batam: Batam Penggerak Ekonomi Kawasan

Tekanan Pangan Menjaga Inflasi Kepri Tetap Tinggi, Meski Laju Bulanan Melandai

Pemprov Kepri Siapkan Dukungan Kesehatan Mental untuk Pekerja

Menurut salah seorang warga Kampung Baru, Bachtiar Badri, bahwa banjir yang menggenangi di area rumah mereka sudah tiga kali terjadi dalam tahun 2022 ini.

Dia menjelaskan, bahwa hujan sudah mengguyur sejak pukul 07.00 WIB dan belum reda hingga pukul 12.30 WIB.

“Sampai lutut orang dewasa. Airnya masuk ke dalam rumah saya ni, dapur juga,” kata Bachtiar kepada TRIBUNBATAM.id yang saat itu duduk di depan teras rumahnya.

Selain hujan, Bachtiar juga menjelaskan air laut laut juga pasang.

Sehingga air hujan yang mengalir dari muara sungai terhambat oleh air laut yang menyebabkan tertampungnya air di pemukiman rumah warga.

“Satu kali di bulan Maret, terus di bulan Juli dan ini paling parah,” kata dia.

Semenjak dia tinggal selama 40 tahun di sana, belum pernah terjadi banjir yang seperti ini.

Bachtiar menilai, hal ini mungkin disebabkan penambangan liar, sehingga akibat hutan yang gundul tidak bisa menyerap air hujan dengan intensitas tinggi.

“Akibatnya air meluap akibat hutan gundul dan mengalir ke sungai,” katanya.

“Semoga pemerintah daerah bisa mencari solusi dan mencari tau sebab air di sini bisa banjir,” katanya.

Tidak hanya di Kecamatan Singkep, di Kecamatan Singkep Barat ada dua wilayah yang terendam banjir.

Seperti halnya di Desa Tinjul, banjir menggenangi 6 buah rumah yang ada di sana.

Air yang menggenangi pemukiman rumah warga ini hingga sampai pinggang orang dewasa.

“Kami gotong royong juga memindahkan prabotan warga. Ada juga rumah beton yang masuk air di dapurnya, seperti lemari, kulkas dan lain-lain kami pindahkan,” kata Kepala Desa Tinjul, Amren kepada tribunbatam.id.

Sementara itu, banjir juga menggenangi 16 rumah di Air Merah, Desa Sungai Raya, Kecamatan Singkep Barat.

“Yang terdampak 23 rumah, yang 16 rumah berdampak ringan,” kata Kepala Desa Sungai Raya, Nasaruddin.

Tidak hanya masuk ke rumah, akibat hujan deras itu Adi sungai yang ada di kawasan penduduk tersebut meluap sehingga sampai ke akses jalan umum.

Sumber: TribunBatam.id

Berita Lain

Makan bergizi gratis (Foto: Putra Gema Pamungkas)

Boraks dalam Menu MBG Anambas, 162 Pelajar Keracunan

5 Mei 2026
Dugaan intimidasi yang dilakukan pihak kepolisian kepada jurnalis Batam saat Hari Pers Internasional (Dok: AJI Batam)

KKJ Kepri Kecam Dugaan Intimidasi Polisi terhadap Jurnalis di Batam

5 Mei 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS