Sabtu, 6 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Indeks dolar AS terus menurun padahal The Fed (bank sentral AS) akan kembali menaikkan suku bunga di pekan ini. (Foto: CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki).

Indeks Dolar AS Anjlok, Rupiah Siap Menanjak 3 Hari Beruntun!

26 Juli 2022
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Rupiah sukses menguat 2 hari beruntun melawan dolar Amerika Serikat (AS) Senin kemarin dan kembali ke bawah Rp 15.000/US$. Pada perdagangan Selasa, 26 Juli 2022 rupiah berpeluang meningkat 3 hari beruntun melihat indeks dolar AS yang terus menurun.

Pagi ini, indeks yang mengukur kekuatan dolar AS ini turun 0,1% ke 106,37. Dibandingkan level tertinggi dua dekade 109,29 yang dicapai pada Kamis, 14 Juli 2022 lalu, penurunannya tercatat sekitar 2,6%.

Indeks dolar AS terus menurun padahal The Fed (bank sentral AS) akan kembali menaikkan suku bunga di pekan ini. Pergerakan tersebut tentunya dapat memberikan keuntungan bagi rupiah.

Secara teknikal, rupiah ke bawah level psikologis Rp 15.000/US$. Meski demikian, rupiah yang disimbolkan USD/IDR sejak 15 Juni lalu menembus ke atas resisten kuat di kisaran Rp 14.730/US$ yang merupakan Fibonacci Retracement 61,8%. Sejak saat itu, rupiah terus mengalami tekanan.

Berita Lain

La Ode Resmi Masuk Bursa Caketum Kosgoro 1957 Periode 2026-2031

Mensesneg: Istana Diskusikan Said Iqbal Masuk Kabinet Merah Putih

KPK Tetapkan Wamen Imipas, Silmy Karim Tersangka Pemerasan

Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengawasan Infrastruktur Energi di Sumbar

Fibonacci Retracement tersebut ditarik dari titik terendah 24 Januari 2020 di Rp 13.565/US$ dan tertinggi 23 Maret 2020 di Rp 16.620/US$.

Sejak saat itu rupiah terus tertekan hingga menembus level psikologis Rp 15.000/US$ Kamis, 21 Juli 2022.

Grafik: Rupiah (USD/IDR) Harian
Foto: Refinitiv

Rp 15.000/US$ kini menjadi resisten terdekat yang akan menahan rupiah jika kembali melemah. Melihat indikator Stochastic pada grafik harian yang berada di wilayah jenuh beli (overbought), rupiah tentunya punya peluang menguat.

Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80) atau oversold (di bawah 20), maka harga suatu instrumen berpeluang berbalik arah.

Kemudian pada perdagangan Jumat, 22 Juli 2022 rupiah membentuk pola Doji yang juga membuka peluang penguatan. Pola Doji menjadi menunjukkan secara psikologis pasar masih galau menentukan arah, Tetapi ketika muncul saat naik, maka peluang berbalik turun lebih besar. Artinya Rupiah berpeluang menguat.

Selama tertahan di bawah Rp 15.000/US$, rupiah berpeluang menguat ke Rp 14.970/US$. Support selanjutnya berada di kisaran Rp 14.950 – Rp 14.930/US$.

Sebaliknya jika kembali ke atas Rp 15.000/US$, rupiah berisiko melemah ke Rp 15.030/US$. Penembusan ke atas level tersebut akan membawa rupiah melemah ke Rp 15.090/US$ – Rp 15.100/US$ yang merupakan Fibonacci Retracement 50% akan menjadi resisten kuat selanjutnya yang bisa menahan pelemahan rupiah.

Sumber berita: CNBC Indonesia

Berita Lain

Laut di sekitar pesisir Bengkong tercemar akibat aktivitas reklamasi (Dok:Akar Bhumi Indonesia)

Hari Nelayan 2026, Ancaman Iklim dan Ekspansi Industri Menekan Nelayan Kecil

8 April 2026
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (Dok: Istimewa)

YLBHI Desak Polisi Usut Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

14 Maret 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS