Kamis, 30 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Bulan (Foto: CNBC Indonesia)

NASA Temukan Roket Misterius Menabrak Bulan, Diduga Milik China

2 Juli 2022
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Baru-baru ini, NASA telah memotret lokasi jatuhnya roket misterius yang menabrak Bulan pada Maret lalu. Fenomena tersebut meninggalkan dua kawah kembar yang membuat para ilmuwan bingung.

Gambar lokasi tabrakan diambil oleh Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) NASA pada 25 Mei dan dirilis pada 24 Juni. Foto-foto tersebut menunjukkan bahwa puing-puing roket yang asal-usulnya masih dipertanyakan, melubangi dua kawah yang tumpang tindih ketika menabrak sisi jauh Bulan dengan kecepatan 9.290 km/jam.

Sebelumnya, ahli astronomi Amerika Serikat, Bill Gray menduga bahwa puing roket tersebut adalah milik roket Falcon X yang diluncurkan SpaceX pada 2015. Namun, mengutip Live Science, analisis terbaru mengisyaratkan bahwa objek tersebut adalah roket 5-T1 milik China yang diorbitkan pada 2014. Tapi, pejabat China menyanggahnya dan mengklaim bahwa roket mereka telah terbakar di atmosfer Bumi bertahun-tahun lalu.

“Hingga saat ini, setidaknya 47 roket NASA telah jatuh ke bulan, menurut Arizona State University, tetapi kawah kembar itu tidak diprediksi bakal terjadi. Tidak ada roket yang menciptakan kawah ketika menabrak Bulan,” tulis NASA dalam sebuah pernyataan.

Berita Lain

Kemenimipas Bina 365 ASN Pelanggar Disiplin di Nusakambangan

BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Pertamina Pertahankan Harga Pertalite Rp10.000/Liter

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 190 kg Emas di Bandara Halim Perdanakusuma

Sebanyak 15 Korban Tewas Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur Teridentifikasi

Meskipun para ahli planet tidak dapat secara langsung mengamati tabrakan, mereka memperkirakan bahwa roket telah menghantam Bulan di Kawah Hertzsprung pada 4 Maret. Pengamatan dari LRO menunjukkan dua lekukan di permukaan Bulan, di mana kawah di sisi timur berukuran lebar 18 meter dan kawah barat berukuran 16 meter.

Para ilmuwan masih berhipotesis tentang penyebab munculnya dua kawah tersebut. Salah satu kemungkinan adalah bahwa kawah itu terbentuk oleh sepotong puing yang memiliki dua massa besar di setiap ujungnya.

Meski China membantah bahwa itu adalah roket mereka, para ahli AS menentang klaim tersebut dengan mengatakan bahwa pejabat China mungkin saja salah mengira bahwa roket yang meledak di atmosfer bumi adalah roket serupa dari misi mereka pada 2020, dan roket yang diluncurkan pada 2014 adalah yang menghantam bulan.

Pada 1 Maret, Komando Luar Angkasa Departemen Pertahanan AS, yang melacak sampah antariksa, merilis pernyataan bahwa roket China pada 2014 tidak pernah mengalami deorbit.

Sumber berita: CNBC Indonesia

Berita Lain

Laut di sekitar pesisir Bengkong tercemar akibat aktivitas reklamasi (Dok:Akar Bhumi Indonesia)

Hari Nelayan 2026, Ancaman Iklim dan Ekspansi Industri Menekan Nelayan Kecil

8 April 2026
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (Dok: Istimewa)

YLBHI Desak Polisi Usut Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

14 Maret 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS