Jumat, 15 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini

OJK Minta Perbankan ‘Move On’ ke Layanan Digital

5 Agustus 2022
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong Perbankan untuk segera “move on” dari layanan konvensional ke digital. Pasalnya, minat masyarakat untuk merasakan pengalaman digital terus berkembang.

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae turut mendorong perilaku dan tuntutan masyarakat terhadap layanan perbankan. Layanan digital kian menjadi primadona, terutama sejak Pandemi Covid-19 yang pemicu perubahan dalam transaksi ekonomi dan pola pembayaran.

“Mencermati hal ini, menjadi keharusan bagi perbankan untuk melakukan digitalisasi pada semua aspek termasuk aktivitas,” katanya pada Kamis, 5 Agustus 2022.

Menurutnya, digitalisasi telah mendorong lingkungan bisnis bergerak lebih dinamis. Perilaku dan orientasi masyarakat bergeser dari physical ke arah virtual economy. Pergeseran ini – lanjutnya, akan bersifat permanen.

Berita Lain

MK Putuskan Jakarta Masih Ibu Kota, Otorita IKN Buka Suara

Dituduh Korupsi Mantan Mendiknud Nadiem Dituntut 18 Tahun Penjara

WN India Coba Selundupkan 265,7 Gram Emas Lewat Bandara Soetta

Wapres Apresiasi Kerja Maraton, Rampungkan Proyek MRT Jakarta

“Termasuk tuntutan model layanan perbankan yang berbeda dari sebelumnya,” katanya.

Dinamika tersebut menuntut industri perbankan untuk turut menyesuaikan layanan melalui inovasi dan fleksibiltas yang tinggi. Perbankan harus dapat menyajikan produk dan layanan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan nasabah.

“Pola ini membuat nasabah dapat merasakan digital banking experience yang unik dan dipersonalisasi,” katanya.

Pergerakan arah industri perbankan menuju digitalisasi ini tentunya akan memberikan efek rembet pada inovasi konektivitas dan kolaborasi bank dengan ekosistem baru yang membentuk ekonomi digital melalui pembentukan digital banking.

Oleh karena itu, paradigma closed banking yang sebelumnya menjadi dogma perbankan akan berubah pada pola open banking dengan memanfaatkan berbagai infrastruktur pendukung. Seperti pemanfaatan Application Programming Interface (API), komputasi awan, kecerdasan artifisial, pembelajaran mesin, dan lain sebagainya.

“Bank yang belum ‘move on’ dan masih setia dengan layanan perbankan tradisionalnya, harus bersiap untuk tersisih dan harus rela didera flight to service ataupun flight to digital akibat ditinggalkan oleh nasabah yang beralih ke bank-bank yang memberikan layanan secara digital.” katanya.

Sumber berita: Bisnis.com

Berita Lain

Laut di sekitar pesisir Bengkong tercemar akibat aktivitas reklamasi (Dok:Akar Bhumi Indonesia)

Hari Nelayan 2026, Ancaman Iklim dan Ekspansi Industri Menekan Nelayan Kecil

8 April 2026
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (Dok: Istimewa)

YLBHI Desak Polisi Usut Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

14 Maret 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS