Pasien Rawat Inap (Ranap) di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, berkurang 304 orang. Dengan demikian jumlahnya kini menjadi lebih kurang 4 ribu orang.
Angka tersebut berdasarkan data yang diterima Minggu, 13 Februari 2022 pukul 20:00 WIB, kendati secara nasional jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 masih cukup tinggi, yakni bertambah lebih kurang 44,5 ribu kasus.
Sementara untuk rincian pasien Ranap di RSDC, pasien laki-laki berkurang 107 sehingga jumlah menjadi lebih kurang 1,9 ribu orang, dan perempuan berkurang 197 sehingga jumlah menjadi lebih kurang 2,1 ribu orang.
Seluruh pasien Ranap tersebut positif Covid-19 atau positif terkonfirmasi, sehingga tidak ada suspek.
Jumlah pasien terdaftar sejak 23 Maret 2020 hingga 13 Februari 2022 sebanyak lebih kurang 150,1 ribu setelah bertambah 135 pasien.
Untuk pasien keluar bertambah 173 sehingga jumlah menjadi lebih kurang 146 ribu pasien.
Dari penambahan pasien keluar, seluruhnya merupakan pasien sembuh, sehingga jumlah pasien sembuh menjadi lebih kurang 144,3 ribu orang.
Pasien meninggal dunia tidak bertambah, sehingga jumlah tetap 596 orang. Untuk pasien rujuk juga tidak bertambah sehingga jumlah tetap lebih kurang 1,1 ribu orang.
Ada 68 rumah sakit di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) melayani pasien rujukan. Lima di antara rumah sakit yang terbanyak melayani pasien rujukan adalah, RS Persahabatan merawat 180 orang; RSUD Duren Sawit 147 orang; RSPAD 68 orang; RS Pertamina 60 orang, dan RSAL Mintoharjo 52 orang.
Masih Tinggi
Dari Kementerian Kesehatan juga dilaporkan, jumlah terpapar Covid-19 masih cukup tinggi. Penambahan kasus terkonfirmasi positif sampai Minggu, 23 Februari 2022 ada penambahan sebanyak lebih kurang 44,5 ribu kasus, sehingga total menjadi lebih kurang 4,9 juta kasus.
Untuk kasus aktif juga bertambah lebih kurang 17,4 ribu orang. Dengan demikian jumlah kasus aktif menjadi lebih kurang 352,9 ribu orang.
Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau Suspek jumlah sebanyak lebih kurang 23,2 ribu kasus, dan pemeriksaan atau uji spesimen yang dilakukan yakni sebanyak lebih kurang 451 ribu spesimen.
Sebaran kasus dengan jumlah penambahan tertinggi kali ini dialami Provinsi DKI Jakarta dengan menyumbang angka terkonfirmasi sebanyak lebih kurang 10,1 ribu kasus, terdiri dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) 553 kasus dan Transmisi Lokal (TL) 9,1 ribu kasus.
Disusul Jawa Barat lebih kurang 10 ribu kasus, yakni PPLN 44 kasus dan TL lebih kurang 10 ribu kasus, selanjutnya Banten lebih kurang 5,5 ribu kasus, terdiri dari PPLN 29 kasus dan TL lebih kurang 5,6 ribu kasus.
Kemudian Jawa Timur lebih kurang 5,3 ribu kasus dengan rincian PPLN 20 kasus dan TL lebih kurang 5,3 ribu kasus, serta Jawa Tengah lebih kurang 3,2 ribu seluruhnya merupakan kasus TL.
Sedangkan lima provinsi dengan akumulasi tertinggi adalah, DKI Jakarta lebih kurang 1 juta kasus, disusul Jawa Barat lebih kurang 833,2 ribu kasus, selanjutnya Jawa Tengah lebih kurang 508,4 ribu kasus, kemudian Jawa Timur lebih kurang 440,8 ribu kasus, dan Banten lebih kurang 206,8 ribu kasus.



