Jumat, 17 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Managing Director IMF, Kristalina Georgieva bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Minggu, 17 Juli 2022. (Foto: Muchlis Jr – Biro Pers Sekretariat Presiden).

Presiden Ungkap Situasi Perekonomian Nasional Terkini Kepada IMF

18 Juli 2022
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto mengungkapkan Presiden Jokowi telah menyampaikan mengenai situasi perekonomian di Indonesia terkini kepada delegasi Dana Moneter Internasional (IMF).

Dikatakan, ekonomi Indonesia relatif sedang baik di mana inflasi sekitar 4,2 persen dan pertumbuhan 5,01 persen. Namun masih ada defisit masih sekitar 4 persen dan current account 0,5 persen dan balance of trade Indonesia dalam posisi yang positif selama 26 bulan. Selain itu, Indonesia juga punya foreign reserve sebesar USD135 miliar.

Situasi ekonomi nasional kita tersebut dikemukakan Presiden Joko Widodo saat menerima delegasi Dana Moneter Internasional (IMF) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu, 17 Juli 2022. Delegasi yang hadir di antaranya Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Krishna Srinivasan, dan Representatif Senior IMF untuk Indonesia James Walsh.

Airlangga yang mendampingi presiden pada pertemuan tersebut lebih lanjut menjelaskan, dengan situasi perekonomian saat ini, potensi Indonesia mengalami resesi lebih kecil, jika dibandingkan negara lain, yaitu sekitar tiga persen.

Berita Lain

KontraS Duga Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Bukan Atas Kehendak Pribadi

Ketua Ombudsman Yang Ditangkap Kejagung Miliki Kekayaan Rp4 Miliar

Bareskrim Polri Geledah Lima Gudang Tempat Ribuan Handphone Ilegal

Presiden Prabowo Tiba Kembali dari Rangkain Kunker ke Eropa

Ancaman Krisis Global 

Meski demikian, pemerintah berharap IMF akan terus mendukung dan memberikan narasi positif terhadap perekonomian Indonesia terutama dalam menghadapi krisis global.

“Kita sangat mengkhawatirkan dengan kondisi inflasi yang naik di berbagai negara. Tingkat suku bunga akan masuk rezim baru, yaitu kenaikan tingkat suku bunga global dan tentu sangat mempengaruhi terhadap investasi yang sangat dibutuhkan oleh Indonesia,” kata Menko Perekonomian, seperti dilansir cnbcindonesia com.

Terkait hal tersebut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang juga ikut mendampingi presiden menyebut, bahwa dalam pertemuan dengan delegasi IMF juga dibahas sejumlah tantangan dan ancaman global, termasuk perang yang menyebabkan harga komoditas seperti pangan dan energi menjadi naik. Kenaikan harga di dua komoditas tersebut yang kemudian memacu inflasi di berbagai negara.

“Kenaikan harga komoditas seperti pangan dan energi dan ini menyebabkan inflasi di banyak negara meningkat secara tinggi, sehingga ini menjadi ancaman yang sangat nyata bagi banyak-banyak negara yang sekarang menghadapi krisis pangan dan krisis energi,” katanya.

Berita Lain

Pelabuhan peti kemas Batu Ampar, Kota Batam (Foto: Putra Gema Pamungkas)

Ekspor Kota Batam Tidak Sepenuhnya Melemah

9 April 2026
Laut di sekitar pesisir Bengkong tercemar akibat aktivitas reklamasi (Dok:Akar Bhumi Indonesia)

Hari Nelayan 2026, Ancaman Iklim dan Ekspansi Industri Menekan Nelayan Kecil

8 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS