KARIMUN – Replika arsip tentang sejarah awal mula pentadbiran (pemerintahan) Karimun akan diarak keliling Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari seminar sejarah yang menetapkan 1 Mei 1828 sebagai hari pentadbiran Karimun.
Selain mengarak replika arsip, Pemerintah Kabupaten Karimun juga akan melaukan penyempurnaan historis Karimun dengan berkoordinasi dan bekerja sama dengan kearsipan nasional.
“Kami akan ke arsip nasional untuk menyempurnakan data sejarah ini, duplikat arsip itu nanti akan dipublikasikan dengan diarak untuk menunjukkan bahwa 1 Mei 1828 adalah hari pentadbiran Karimun yang artinya sekarang sudah berusia ke-194 tahun,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Kadisdikbud) Karimun Sugianto, Kamis (6/10/2022).
Sugianto mengatakan, arak-arakan duplikat arsip akan dimulai dari Masjid Al-Mubarak yang merupakan masjid bersejarah di Kabupaten Karimun.
“Tolok ukur awal Karimun itu berada di masjid ini. Para amir-amir karimun juga dimakamkan disana,” katanya.
Diketahui, tanggal 1 Mei 1828 diklaim sebagai Hari Jadi Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri). Hal tersebut merupakan hasil Seminar Bedah Sejarah awal mula Pentadbiran (Pemerintahan) Kabupaten Karimun di Gedung Nasional Karimun, Minggu (2/10/2022).
Seminar tersebut digelar oleh Aliansi Boedak Balai Bersatu yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karimun.
Sejumlah narasumber dan pakar sejarah seperti Prof Madya Dato’ Perdana Abdul Malik, Dato’ Wira Adwandi Syahri, Raja Dato’ Wira Malik Hafrizal, dan Raja Syirwansyah zuriat atau keturunan langsung dari para Amir (pemimpin) Karimun terdahulu dilibatkan dalam seminar tersebut.
Peristiwa 1 Mei 1828 yang menjadi tanggal pentadbiran karimun ini berdasarkan hasil kajian dan penelitian yang di lakukan oleh Dato’ Wira Aswandi Syahri S.S.
Dato’ Wira menyebut pemerintahan awal di Karimun di pimpin oleh Raja Abdulrahman yang merupakan anak dari yang dipertuan Mida Raja Jaafar dari Penyengat.
“Pertama kali beliau memerintah di karimun adalah tanggal 1 Mei 1828, hal ini berdasarkan bukti arsip surat ingatan yang berisikan tugas atau titah ayahnya kepada Raja Abdulrahman yang harus dijalankan sebagai kepala pemerintahan di karimun,” ujar Dato’ Wira.