Kamis, 15 Januari 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
ATM. (Foto: CNBCINDONESIA)

Sederet Fakta Mengenai Kiamat ATM Semakin Dekat

19 April 2022
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Peralihan aktivitas dari offline dan online makin meluas, termasuk transaksi yang dulunya sering menggunakan ATM kini lebih banyak terjadi secara online.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan transaksi ekonomi serta keuangan digital berkembang sangat pesat. Perkembangan itu terjadi saat penerimaan dan preferensi masyarakat juga meningkat.

“[Terutama] dalam berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital serta akselerasi digital banking,” kata Perry dalam konferensi pers, beberapa waktu lalu.

Transaksi elektronik juga mengalami peningkatan. Misalnya saja laporan BI per Januari 2022 lalu, yakni ada pertumbuhan 66,65% per tahunnya atau Rp34,6 triliun.

Berita Lain

KC Whoosh 2025 Layani 6,2 Juta Penumpang, Magnet Baru Wisatawan Dunia

BPOM Perintahkan Nestle Setop Distribusi Susu Formula

Buron Jurist Tan Diminta Hadir Buktikan Tak Terkait Korupsi Chromebook

Bertemu PWI Pusat, Ketua MPR Mengaku Hatinya Masih Tetap Wartawan

Hal yang sama juga terjadi pada transaksi digital banking. Peningkatannya mencapai 68,3% per tahunnya, menjadi Rp4.314,3 triliun.

Sebenarnya nilai transaksi dengan ATM, kartu debet serta kredit masih tumbuh. Namun, angka pertumbuhannyanya tidak sebesar transaksi digital, jumlahnya 14,39% menjadi Rp711,2 triliun.

Transaksi dengan penggunaan QRIS juga terus bertumbuh, yakni nominalnya 290% yoy dan 326% untuk volume. “Bank Indonesia terus mendorong inovasi sistem pembayaran serta menjaga kelancaran dan keandalan sistem pembayaran,” kata Perry.

Sementara itu Ketua Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan ancaman besar ATM adalah transaksi pembayaran digital yang meningkat. Ini terjadi selama enam tahun terakhir di Indonesia.

“Tantangan bank sekarang adalah bagaimana memensiunkan model lama contohnya ATM. Bagaimana dengan masa depan ATM, apakah masih relevan? akankah dihapus ketika tidak ada lagi transaksi transaksi tunai area publik?” kata Kartika dalam ‘side event’ G20 Indonesia “Casual Talks on Digital Payment Innovation”.

Penggunaan pembayaran digital yang pesat juga harus memperhatikan bisnis acquiring perbankan. Sebab hampir seluruh bank punya bisnis itu dengan menggunakan POS (Point of Sales) dan EDC (Electronic Data Capture).

Lalu, apakah ini menjadi keunggulan kompetitif atau jadi komoditas. Kartika mengatakan saat ini yang paling diuntungkan dari perubahan adalah konsumen.

Sebab menurutnya lima tahun lalu ada tiga jenis pembayaran yakni transfer, kartu debet atau kredit. Namun sekarang dengan dompet digital, aplikasi digital, dan lainnya.

“Jadi bagi pengguna bisa memilih mana yang paling murah dan paling mudah digunakan dalam bertransaksi. Segmen yang berbeda memiliki preferensi berbeda,” katanya.

Sumber: CNBCINDONESIA

Berita Lain

Mewakili BP Batam Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain  menerima penghargaan keterbukaan informasi publik tingkat nasional. (Foto: Humas BP).

BP Batam Dapat Penghargaan Badan Publik Informatif Tingkat Nasional

16 Desember 2025
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dapat penghargaan kategori Outstanding Investment Performance. (Foto: Humas BP).

Capaian Investasi Gemilang, BP Batam Raih Penghargaan Nasional

12 November 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS