Kamis, 30 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kota Batam, Abdillah. (Foto: Irvan Fanani)

Batam Darurat Kasus Kekerasan Seksual Anak

7 Juni 2023
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

BATAM – Berdasarkan data Polresta Barelang, Kota Batam, mencatat ada 41 kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kota Batam dari Januari hingga Juni 2023 yang mereka tangani.

Kasus-kasus tersebut ada yang telah masuk ranah persidangan, penyidikan dan masih dalam proses penyelidikan. “Ada 18 LP [laporan polisi] yang sudah P21, 19 penyidikan dan empat masih dalam proses penyelidikan,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang, Kompol Budi Hartono, Rabu, 7 Juni 2023.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kota Batam, Abdillah mengatakan, saat ini Batam sedang darurat kekerasan seksual terhadap anak.

Menurutnya, dari tahun ke tahun jumlah kasus kekerasan seksual dalam bentuk pencabulan terhadap anak selalu meningkat.

Berita Lain

Koreksi Ekspor Batam Awal 2026, BP Batam Siapkan Respons Terarah

RSBP Batam Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Dengan Mengadakan Kegiatan Benchmarking ke Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen

Polisi Tangkap Pelaku Penikaman Driver Ojek Online di Batam

Wuling Eksion Resmi Dipasarkan di Batam, Harga Mulai Rp372 Juta

“Khususnya pada saat ini dari periode penghujung tahun 2022 hingga Juni 2023,” kata Abdillah.

Pihaknya meminta adanya perhatian dan pembinaan khususnya pada lembaga-lembaga pendidikan dalam melindungi anak muridnya.

“Saya juga mengimbau para orang tua agar tetap mengontrol anaknya mulai dari berangkat sekolah sampai pulang,” katanya.

Ia menilai semua pihak memiliki tanggung jawab melindungi anak. “Bukan hanya lembaga KPPAD saja, tetapi ini merupakan tanggung jawab kita semua.”

Pada tahun 2022 lalu, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Batam mencatat total 60 kasus pencabulan anak di Kota Batam.

Di tahun yang sama, Kota Batam justru menjadi kota satu-satunya dari tujuh kabupaten/kota se-Provinsi Kepri yang meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA) dari Kementerian Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA).

Menanggapi hal tersebut, Abdillah menuturkan penghargaan tersebut berdasarkan variabel indikator jumlah kasus kekerasan terhadap anak yang mereka tangani.

“Karena penilaiannya berdasarkan dari jumlah kasus pencabulan yang ditangani. Jadi bukan dari jumlah kasusnya saja,” kata dia.

Abdillah menilai, untuk mengantisipasi kasus pencabulan anak, perlu adanya sosialisasi UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU No 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual kepada masyarakat. (Irvan Fanani, repoter HMS)

Berita Lain

Pelaku penusukan driver ojek online di Batam (Dok: Polsek Bengkong)

Polisi Tangkap Pelaku Penikaman Driver Ojek Online di Batam

30 April 2026
Peluncuran mobil SUV 7-seater Wuling Eksion dalam pameran otomotif di Grand Batam Mall, Batam (Foto: Putra Gema Pamungkas)

Wuling Eksion Resmi Dipasarkan di Batam, Harga Mulai Rp372 Juta

30 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS