Selasa, 21 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutan dalam Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) 2023. (Foto: Ist/Kadin).

Jalankan CSR Agar Tidak Ada Kemiskinan di Sekitar Tempat Industri

8 Desember 2023
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengimbau para pelaku industri yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dapat menjalankan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan lebih baik sehingga memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Saya tidak ingin ada kemiskinan di mana industri itu ada. Industri itu punya CSR, nah CSR itu diharapkan dapat mendorong multiplier effect kepada masyarakatnya,” tegasnya dalam Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) 2023 yang bertema “Pemilu Damai, Ekonomi Tumbuh, Menuju Indonesia Emas 2045” di Jakarta, Kamis, 7 Desember 2023.

Lebih jauh ia menyampaikan update terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebutnya masih lebih baik dibanding sejumlah negara Asia seperti Malaysia dan China. Di tengah perekonomian dunia yang masih menghadapi berbagai risiko dan ketidakpastian, ketahanan ekonomi Indonesia, disebutnya masih terjaga di kuartal III-2023 sebesar 4,94% (yoy- year on year ) dengan ditopang dari permintaan domestik yang solid.

Di antara negara peers (negara dengan grade setara), pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lebih baik dibandingkan China (4,9%), Meksiko (3,30%) dan Malaysia (3,29%), dengan didukung inflasi yang tetap terkendali dan berada dalam rentang sasaran target, di mana pada November 2023 sebesar 2,86% (yoy).

Berita Lain

Basuki Targetkan 4.100 ASN Sudah Pindah ke IKN 2028

Pakubuwono XIV Purbaya Gugat Menteri Kebudayaan ke PTUN

Hutama Karya Percepat Kesiapan Pembangunan Konstruksi Jalan Tol Jambi–Rengat

Harga LPG Nonsubsidi 12 kg Naik Jadi Rp228 Ribu dari Rp192 Ribu

“Ekonomi Asia Tenggara 40% ada di Indonesia. Maka kita menjadi center of gravity. Kita sekarang menjadi pusat daripada pertumbuhan,” ungkapnya.

Visi Indonesia Emas

Lebih lanjut Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini, ingin Indonesia mencapai Visi Indonesia Emas 2045: “Indonesia Negara Nusantara Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan” dengan sasaran PDB Nominal sebesar USD9,8 triliun (lima besar PDB) dengan GNI Per kapita USD 30,300. Selain itu, porsi penduduk middle income sebesar 80%, industri manufaktur mencakup 28% PDB dan menyerap 25,2% tenaga kerja.

Untuk mencapai hal tersebut, Menko menyatakan perlu dilakukan pendekatan pembangunan yang transformatif, yaitu mengubah tambah rendah menjadi nilai tambah tinggi, butuh lompatan-lompatan besar dan dibutuhkan pula pemimpin yang berani.

Indonesia juga berperan aktif dalam berbagai forum kerja sama internasional seperti G20, APEC, ASEAN, dan RCEP. Indonesia saat ini telah bergabung pada kerja sama ekonomi Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) dan sedang dalam proses aksesi menjadi anggota OECD. Di samping itu, Indonesia tengah menyelesaikan beberapa perundingan kerja sama internasional baik bilateral maupun regional, antara lain Indonesia-EU CEPA (IEUCEPA) dan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).

Selain itu, Indonesia juga sedang bersiap menjadi pelopor Carbon Capture Storage di ASEAN sebagai upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, dengan potensi yang dimiliki Indonesia yakni kapasitas penyimpanan CO2 sebesar 4,85 giga ton CO2 pada deplete reservoir dan 572 giga ton CO2 pada saline aquifer .

Menko Airlangga menekankan, peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama melalui digitalisasi juga menjadi penting sebagai salah satu pengungkit utama dalam menuju Indonesia Maju.

“Nah, ASEAN salah satu yang pertama yang mengembangkan Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Itu leaders declaration. Di mana kalau business as usual, ekonomi digital di ASEAN hanya USD1 triliun. Tetapi dengan DEFA, interoperability, kemudian dengan ekosistem yang sama termasuk local currency transaction dan payment, itu kita sudah bisa jalan di lima negara ASEAN dan akan menyusul Jepang dan Korea. Dengan ini semua jalan, insyaallah ekonominya akan naik jadi USD2 triliun. Dan dari USD2 trilun, USD600-800 miliar dari Indonesia,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Ketenagakerjaan, Kepala Badan Pangan Nasional, Plt. Gubernur Lemhanas, Staf Ahli Bidang Transformasi Digital, Kreativitas, dan Sumber Daya Manusia Kemenko Perekonomian, Plh. Ketua umum KADIN, jajaran Ketua Dewan KADIN, serta para Pengurus KADIN Indonesia, KADIN Provinsi, KADIN Kab/Kota dan Ketua Umum Asosiasi Himpunan Anggota KADIN. (*)

Berita Lain

Pelabuhan peti kemas Batu Ampar, Kota Batam (Foto: Putra Gema Pamungkas)

Ekspor Kota Batam Tidak Sepenuhnya Melemah

9 April 2026
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.  (Foto: Ist./ CNN Indonesia .

Pemerintah Tak Akan Naikkan Defisit Anggaran di Atas 3 Persen

20 Maret 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS