Sabtu, 7 Maret 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Ist/ via Facebook).
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Ist/ via Facebook).

Ketua DPR: Peran Masyarakat Sangat Dibutuhkan Jaga Sungai Selalu Bersih

24 Februari 2023
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani dalam sidang parlemen di Markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pekan lalu, berbicara pentingnya investasi dalam pembangunan infrastruktur air bersih dan sanitasi demi keberlangsungan hidup masyarakat lebih sehat.

Terlepas dari investasi, menurutnya, peran dari masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam menjaga dan merawat alam demi hadirnya air bersih.

“Saya mengajak seluruh pihak, terutama stakeholder terkait dan juga masyarakat sendiri untuk selalu menjaga dan merawat kebersihan sungai, karena sungai sangat bermanfaat demi keberlangsungan hidup kita,” kata Puan menyampaikan keterangannya, Kamis (23/02/2023) di Jakarta.

Sejumlah sungai di Indonesia diketahui tak hanya sekadar menjadi bahan baku air untuk rakyat. Ada yang airnya menjadi pemutar turbin untuk kebutuhan listrik, seperti sungai Citarum di Jawa Barat. Sungai juga menjadi sumber kehidupan perekomian bagi banyak orang.

Berita Lain

Dua WN Thailand Divonis Berbeda di Kasus 1,9 Ton Sabu Sea Dragon

Proyek Kereta Cepat ke Surabaya Dapat Lampu Hijau Prabowo

Defisit APBN Februari Rp135 Triliun, Menkeu Purbaya Singgung Setoran Pajak

KY Pastikan Sidang Kasus Sabu 1,9 Ton Sea Dragon Berjalan Sesuai Etik

Meski begitu, tidak sedikit ditemukan permasalahan serius terkait lingkungan sungai. Salah satunya mengenai kebersihan dan terabaikan perawatannya, sehingga menyebabkan air sungai kotor dan menimbulkan dampak-dampak alam lainnya. Untuk itu kita diingingatkan untuk selalu menjaga kebersihan sungai.

Ia meminta, rawat dan jaga selalu sungai dan lingkungan di sekitarnya. Sebab sungai yang sehat menjadi salah satu cara kita dalam mendapatkan akses air bersih. Menjaga dan merawat sungai, artinya kita juga berupaya untuk menciptakan kehidupan masa depan yang lebih baik.

“Maka saya mengapresiasi pihak-pihak, termasuk relawan dan kelompok masyarakat yang turut andil membantu Pemerintah dalam perawatan sungai,” tambah Puan.

Kerja Sama Menyeluruh

Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) ini menyatakan, dibutuhkan kerja sama seluruh elemen bangsa pada isu akses air bersih dan sanitasi yang menjadi salah satu poin dalam tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goals ( SDGs). Apalagi, keberadaan mata air dan air tanah pada saat ini terus berkurang.

Menurut Perempuan Pertama Ketua DPR ini, berbagai penelitian juga telah merekomendasikan pelarangan pemakaian air tanah untuk dikonsumsi karena pencemaran lingkungan. Masalah kualitas air juga disebabkan oleh akses sanitasi yang buruk. Ini masih menjadi PR bersama.

Oleh karena itu, Puan pada setiap forum-forum internasional kerap menyuarakan pentingnya bantuan negara maju kepada negara berkembang dalam mengatasi persoalan-persoalan lingkungan. Sebab untuk membangun infrastruktur dalam mengatasi masalah lingkungan, dibutuhkan investasi tidak sedikit.

“Di luar pembiayaan, kita juga membutuhkan lingkungan pendukung yang kuat. Hal ini membutuhkan kebijakan dan regulasi yang efektif. Hal ini yang juga terus dikerjakan oleh DPR RI,” ungkap pimpinan dewan dari Fraksi Partai PDI Perjuangan ini.

Selain persoalan air bersih dan sanitasi, Puan juga menyoroti persoalan daerah aliran sungai (DAS) yang berisiko tinggi. Laporan dari media massa menyebut, bencana banjir dan longsor di sejumlah DAS terus meningkat selama 10 tahun terakhir.

Laporan yang sama menyatakan, banjir dan longsor di ratusan DAS di Indonesia menunjukkan tren peningkatan. Mengingat sungai-sungai di Indonesia semakin membahayakan, maka diingatkan, Pemerintah untuk melakukan intervensi yang lebih maksimal.

Puan berujar, selain kebijakan dan program pemulihan DAS, sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat juga sangat penting. Terutama warga yang tinggal di kawasan DAS.

“Menjadi tanggung jawab kita bersama dalam mengakselerasi langkah-langkah dan beradaptasi untuk mengatasi krisis iklim,” tutup cucu Proklamator RI, Bung Karno tersebut. (*)

Berita Lain

Kapal tugboat milik PT Pradana Samudra Lines terbalik di perairan Tanjung Uncang, Batam (Dok SAR Tanjungpinang)

PT Pradana Samudra Lines Bertanggung Jawab atas Insiden Tugboat Terbalik di PT ASL

7 Maret 2026
Kapal tugboat tenggelam di kawasan perairan PT ASL Shipyard Batam (Dok: SAR Tanjungpinang)

Tugboat Terbalik di Perairan Tanjung Uncang, Tiga ABK Tewas dan Satu Hilang

7 Maret 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS