Senin, 27 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Menteri BUMN RI, Erick Thohir. (Foto: Ist/ via google).
Menteri BUMN RI, Erick Thohir. (Foto: Ist/ via google).

Menteri BUMN Ingatkan 41 Direksi Dana Pensiun BUMN untuk Tidak Meninggalkan Masalah

12 Januari 2023
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, tengah serius membenahi lembaga-lembaga dana pensiun di lingkungan BUMN, agar tidak terjadi permasalahan yang berulang.

Di mana, sebelumnya ia sempat mengunkapkan laporan yang diterimanya terkait Dana Pensiun BUMN, bahwa sebesar 65 persen dana pensiun di perusahaan milik negara bermasalah. Hanya 35 persen saja perusahaan BUMN yang mampu mengelola dana pensiunnya dengan baik.

“Saya mau bersih-bersih, mumpung masih ada waktu,” ucap Erick dikutip dari Bisnis, Kamis (12/01/2023).

Untuk itu, ia mengumpulkan 41 direksi dari lembaga dana pensiun di lingkungan BUMN, guna mengingatkan agar tidak terulangnya kasus Asabri dan Jiwasraya, pada Rabu malam (11/01/2023).

Berita Lain

Uji Coba Biodiesel B50 Lokomotif KAI, Tekan 90 Persen Emisi Karbon

Toba Pulp PHK Karyawan Usai Izin Dicabut Terkait Banjir Sumatra

Raja Jalan Tol Trans Sumatra Raih Laba Bersih Rp464 miliar

Presiden Bahas Percepatan Pembangunan 13 Lokasi Program Hilirisasi

“Saya mengingatkan agar para direksi mewarisi kebaikan bukan malah meninggalkan masalah, seperti yang telah terjadi dengan Asabri dan Jiwasraya,” tegasnya dihadapan para direksi lembaga dana pensiun BUMN itu.

Dia kembali menekankan, pencegahan korupsi yang terbaik, harus dimulai dari orang dalam. “Dari awal, saya memiliki kesepakatan dengan KPK, dan kita juga memproses hukum di Kejaksaan,” lugas Erick.

Lebih lanjut, Erick merasa para direksi penting untuk datang karena ingin menekankan pada mereka dua hal, pertama adalah pencegahan korupsi dan kedua, perbaikan sistem.

Menurutnya, kedua hal ini perlu untuk memperkuat Transformasi BUMN yang dalam tiga tahun terakhir terbukti membawa BUMN ke jalan yang lebih baik. Perbaikan positif ini terlihat dari beberapa indikator seperti pertumbuhan aset, ekuitas, pendapatan usaha, dan laba bersih yang terus meningkat.

“Dengan sistem yang baik dan insan BUMN yang bertanggung jawab, BUMN bisa terus memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat dan berkontribusi untuk negara,” terangnya.

Kehadiran para direksi itu juga ditekankan untuk menyadari bahwa Indonesia kini sedang berusaha menarik kepercayaan investor. Ia juga menyebutkan, saat ini dana pensiun BUMN tidak dapat lagi dikelola seperti dulu yang cenderung tidak transparan, akuntabel dan sering bocor.

“Track record-nya sudah ada, jika ada aset yang hilang, investasi yang dimainkan atau dana yang dikorupsi. Sekarang saya bekerja sama dengan BPKP untuk menyusun blacklist. Siapa saja direksi yang korup, akan masuk daftar ini. Dan yang bisa mencabut dari blacklist hanya Presiden RI. Kita baru selesai dengan Asabri dan Jiwasraya,” tutup Erick dengan tegas. (*)

Berita Lain

Ilustrasi kenaikan harga BBM nonsubsidi (Dok: HMStimes)

Kenaikan BBM Berpotensi Ganggu Stabilitas Industri di Batam

27 April 2026
Pemandangan Kota Batam dengan latar belakang icon Welcome to Batam (Foto: Putra Gema Pamungkas)

Kualitas Udara Batam 27 April 2026 Berada di Level Sedang

27 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS