Senin, 27 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Hasya Attalah (17) seorang mahasiswa UI yang tewas dalam kecelakaan lalulintas di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 6 Oktober 2022, dijadikan tersangka. (Foto: Ist/ Dok.Keluarga).
Hasya Attalah (17) seorang mahasiswa UI yang tewas dalam kecelakaan lalulintas di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 6 Oktober 2022, dijadikan tersangka. (Foto: Ist/ Dok.Keluarga).

Status Tersangka Mahasiswa UI Korban Tewas akibat Kecelakaan Lalulintas Agar Dicabut

3 Februari 2023
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR, Habiburokhman menyarankan pihak kepolisian segera mencabut status tersangka Hasya Athallah, seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang jadi korban tewas dalam kecelakaan lalulintas dan melibatkan purnawirawan Polri.

“Apa susahnya sih. Toh kasusnya sudah disetop. Apalagi status tersangka cukup dinyatakan dicabut, maka nama baik almarhum bisa direhabilitasi,” katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (02/02/2023).

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, Pasal 77 KUHP menjelaskan kewenangan menuntut hukum gugur atau tidak berlaku lagi jika tertuduh meninggal dunia.

“Nah, ini kita sampai sekarang tidak mendengar adanya penghapusan status tersangka, walaupun kasusnya dikatakan sudah disetop,” ujarnya.

Berita Lain

Raja Jalan Tol Trans Sumatra Raih Laba Bersih Rp464 miliar

Presiden Bahas Percepatan Pembangunan 13 Lokasi Program Hilirisasi

Tertipu Isi Buku ‘Gibran End Game’, Rismon Dilaporkan ke Polda Metro

PB XIV Purbaya Cabut Gugatan PTUN ke Menbud Fadli Zon

Selain itu, penyidik semestinya memperhatikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 21/PUU-XII/2014 tertanggal 28 April 2015 yang mengatur, sebelum menetapkan tersangka harus didahului pemeriksaan terhadap calon tersangka.

“Enggak perlu lewat praperadilan, kan sudah dinyatakan disetop dengan sendirinya status tersangka tidak ada. Apa yang tersangka? Orang kasusnya enggak ada, tentu tersangkanya tidak ada, dan itu perlu dinarasikan oleh teman-teman Ditlantas Polda Metro Jaya,” ucapnya.

Senada dengan Habiburokhman, Anggota Komisi III Taufik Basari juga menyarankan status tersangka Hasya Athallah dicabut terlebih dahulu.

“Cabut dulu aja, kalau ada ahli mengatakan untuk mencabut SP3 ini harus dengan gugatan praperadilan, itu keliru. Kalau sudah seperti ini, sudah jelas kok penetapan tersangka keliru,” imbuhnya.

Ia juga mendorong pihak kepolisian agar dapat melihat perkara ini secara komprehensif, serta penyidik menjalankan instruksi Kapolri agar bersikap profesional dan mengedepankan rasa kemanusiaan dalam menangani kasus.

“Tidak sekadar kemudian melakukan gelar perkara ulang, rekonstruksi ulang hanya untuk menunjukkan seperti apa kejadiannya, posisi mobil, posisi motor, habis itu dilihat siapa yang salah posisinya, tidak sekadar itu,” tuturnya.

Peristiwa 6 Oktober

Peristiwa kecelakaan Hasya Athallah dengan pensiunan polisi AKBP Eko Setio terjadi Kamis, 6 Oktober 2022, sekira pukul 21.30 WIB, di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Saat kejadian, empat bulan lalu cuaca dalam kondisi hujan dan jalan licin.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman menjelaskan, kejadian itu berawal dari korban Hasya yang melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan 60 km/jam.

Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan temannya korban, ada sebuah kendaraan yang tiba-tiba berbelok. Korban Hasya langsung menghindar dengan menghentikan kendaraannya secara mendadak. Namun akibatnya, kendaraan korban tergelincir dan memasuki ruas jalan yang berlawanan arah.

“Jadi temannya dia sendiri menerangkan, bahwa pada saat itu tiba-tiba ada kendaraan di depannya (korban) mau belok ke kanan sehingga si korban melakukan pengereman mendadak,” kata Latif.

Dalam waktu bersamaan, dari arah berlawanan, datang mobil Pajero dikemudikan Eko yang disebut melaju dengan kecepatan 30 km/jam. Dia tak bisa menghindari kecelakaan hingga mengakibatkan Hasya tertabrak. (*)

Berita Lain

Salah satu ruas proyek jalan tol Trans Sumatra yang dibangun PT Hutama Karya (Persero). (Foto: Ist./Dok. PT Hutama Karya (Persero).

Raja Jalan Tol Trans Sumatra Raih Laba Bersih Rp464 miliar

26 April 2026
Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani. (Foto: Ist./dok. Instagram Rosan).

Presiden Bahas Percepatan Pembangunan 13 Lokasi Program Hilirisasi

26 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS