Kamis, 21 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo. (Foto: Ist./Antara).

Merger BUMN Karya Dimulai Dengan Penggabungan Waskita Dan Hutama

16 November 2024
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo menyatakan, merger tujuh BUMN Karya menjadi tiga akan dimulai dengan penggabungan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dengan PT Hutama Karya (Persero).

“Kita mulai dulu dengan Waskita jadi anaknya HK (Hutama Karya). Itu dulu aja. Ini modelnya bukan merger tapi dijadikan atas dan bawah gitu,” katanya di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 15 November 2024.

Pria yang akrab disapa Tiko itu mengatakan saat ini kondisi Hutama Karya sehat, sehingga diharapkan bisa mendukung Waskita.

“Dengan HK di atas (Waskita), otomatis HK bisa men-support dari sisi cash flow. Sehingga nanti harapannya Waskita bisa mendapatkan cash flow dan project secara lebih berkesinambungan dari project-project yang ada di HK,” katanya dikutip dari cnnindonesia.com.

Berita Lain

Wapres Gibran Panggil KSP Dudung, Bahas Perbaikan BGN

Kasus Korupsi Importasi: KPK Panggil 12 Pejabat Seksi Intelijen Cukai

KH Said Aqil Siradj Pastikan Tak Maju jadi Calon Ketum PBNU

Dilelang Rp87 Juta, Harley-Davidson Jadi Incaran di BPA Fair 2026

Menteri BUMN Erick Thohir akan melebur BUMN karya menjadi tinggal beberapa saja. BUMN Karya yang dilebur di antaranya PT Waskita Karya Tbk. dengan PT Hutama Karya (HK), PT Nindya Karya dengan PT Brantas Abipraya dan PT Adhi Karya Tbk., dan PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) dengan PT Pembangunan Perumahan Tbk. (PTPP).

Penyehatan Bisnis

Peleburan perusahaan merupakan opsi penyehatan bisnis BUMN di bidang konstruksi.

Erick menjelaskan pemegang saham mulai mengklasifikasi ketujuh perusahaan menjadi tiga kelompok dengan tujuan agar bisa fokus pada tugas masing-masing.

Misalnya, Hutama Karya dan Waskita Karya akan fokus pada pembangunan atau pengembangan jalan tol, jalan non-tol, hingga pemukiman komersial (residential commercial).

Sedangkan WIKA dan PTPP fokus pada bisnis pembangunan pelabuhan laut ( seaport ), bandara, hunian atau perumahan, dan engineering procurement construction (EPC).

“WIKA dan PTPP tidak masuk ke tol road , tapi dia fokus ke seaport dan airport. Tapi tetap ke residential karena masuk ke aset yang tertinggal sebelumnya,” ujarnya.

Erick menambahkan, PTPP akan menjadi holding atau induk perusahaan untuk penggabungan bersama WIKA.

Sementara, Adhi Karya dan Nindya Karya difokuskan pada pembangunan rel dan beberapa lini konstruksi lainnya. (*)

Berita Lain

Presiden Prabowo Subianto (kiri) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, Senin, 13 April 2026. (Foto: Ist / kompas.tv).

Pertamina Tindaklanjuti Rencana Indonesia Beli Minyak Mentah dari Rusia

15 April 2026
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota. (Foto: Ist./ cnnindonesia.com).

Boss Agrinas Shock Harga Pikap RI Rp528 Juta: Petani Tak Mampu Beli

26 Februari 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS