Selasa, 13 Januari 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Seorang warga menunjukkan pondasi penghubung Jembatan Gantung di Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat yang ambruk, Minggu, 3 Maret 2024 sore. (Foto:Ist/dok.pribadi).

Pondasi Jembatan Gantung di Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara Ambruk

4 Maret 2024
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Pondasi penghubung Jembatan Gantung di Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat ambruk, Minggu, 3 Maret 2024 sore.

Jembatan yang mulai dibangun sejak Oktober 2021 itu menghabiskan anggaran negara melalui APBN senilai Rp5,7 miliar. Namun belum genap dua tahun selesai dibangun, jembatan aspirasi DPR RI tersebut roboh.

“Kejadian Minggu sore ini, tiba-tiba pondasi amblas, kondisi beton, pagar serta tanah hancur runtuh ke bawah, saat kejadian hari hujan,” ujar Deni, warga sekitar seperti dikutip dari ketapang.suratkabar.co.id.

Dikatakan, akibat peristiwa tersebut transportasi warga terganggu. Kendati demikian tak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. 

Berita Lain

Kata Bos Ciputra, Sektor Properti Bakal Melonjak Tahun 2026

Presiden Resmikan Kilang Minyak Terbesar di Balikpapan, RI Kurangi Impor BBM

HUT PDIP ke-53: Ketum Tandatangani Akta Notaris Pendirian Kantor Megawati Institute

Jokowi Ikut Disebut dalam Konstruksi Perkara Korupsi Eks Menag Yaqut

Deni mengungkapkan, (jembatan) belum lama dibangun, kondisi jembatan tersebut memang sudah mengkhawatirkan. Retakan di sejumlah titik terlihat dengan jelas. 

“Jembatan ini menjadi akses satu-satunya yang menghubungkan Dusun Wonodadi, Sumber Jaya, dan Sumber Baru menuju ke Dusun Punai Jaya,” jelasnya.

Sedangkan Ketua DPRD Kayong Utara, Sarnawi mengatakan, sebelum roboh seperti saat ini, dirinya sudah meninjau secara langsung pekerjaan yang dilaksanakan PT Ananda Anabanua selaku pemenang proyek tersebut. 

Bahkan pihak pelaksana sudah diingatkan untuk segera memperbaiki kerusakan – kerusakan jembatan gantung tersebut. Karena saat itu, pihak pelaksana masih dalam proses perawatan.

“Dari dulu kita sudah memperingati dan memberi tahu, terkait pembangunan jembatan ini. Dari awal sudah salah konstruksinya. Pihak kontraktor mengatakan akan diperbaiki karena (masih) masa pemeliharaan,” ujarnya. (*)

Berita Lain

Salah satu titik ruas jalan Badau-Empanang yang rusak pasca dikerjakan oleh PT Adhi Karya di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Perbatasan Indonesia-Malaysia. (Foto: Ist./dok.pribadi).

Proyek Jalan Badau-Empanang Kapuas Hulu Ditengarai Dibangun Asal-asalan

21 September 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS