Kamis, 30 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Rombongan dari Indonesia saat bertemu Presiden Israel, Isaac Herzog (duduk kanan). (Foto: Ist./dok.medsos x).

PP Fatayat NU Sanksi Dua Anggotanya Yang Bertemu Presiden Israel

17 Juli 2024
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Pimpinan Pusat Fatayat Nahdlatul Ulama (PP Fatayat NU) menyesalkan keikutsertaan dua pengurusnya bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog. PP Fatayat NU akan memberikan sanksi kepada dua anggotanya itu.

“PP Fatayat NU menyesalkan adanya pertemuan yang dilakukan oleh lima aktivis muda NU dengan Presiden Israel (yang) melibatkan dua orang pengurus PP Fatayat NU, yaitu Izza Annafisatud Daniyah dan Nurul Bahrul Ulum,” kata Ketua Umum PP Fatayat NU Margaret Aliyatul Maimunah, seperti dikutip dari situs NU, Selasa, 16 Juli 2024 dan dilansir detik.com.

Dua anggota yang ikut rombongan ke Israel tersebut menjabat Wakil Koordinator Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup serta Wakil Koordinator Bidang Media Informasi dan Litbang Fatayat NU.

PP Fatayat NU segera memberikan sanksi terhadap dua anggotanya tersebut.

Berita Lain

Kemenimipas Bina 365 ASN Pelanggar Disiplin di Nusakambangan

BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Pertamina Pertahankan Harga Pertalite Rp10.000/Liter

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 190 kg Emas di Bandara Halim Perdanakusuma

Sebanyak 15 Korban Tewas Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur Teridentifikasi

“PP Fatayat NU selanjutnya akan melakukan penelusuran terkait dengan kasus ini dan akan memberikan sanksi organisasi kepada yang bersangkutan. Karena meskipun ini agenda personal, (tetapi) telah memberikan dampak negatif yang sangat luas bagi organisasi NU (termasuk Fatayat) dan masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Margaret mengatakan, lawatan dua anggotanya ke Israel tak ada kaitan apa pun dengan organisasi. Dia menyebutkan keberangkatan dua anggotanya murni kegiatan individu.

“Keikutsertaan dua orang tersebut dalam program Interfaith Dialogue di Israel yang kemudian berkesempatan bertemu dengan Presiden Israel adalah murni kegiatan personal. Secara kelembagaan, PP Fatayat NU tidak tahu – menahu kegiatan tersebut, karena PP Fatayat NU tidak pernah mendapatkan undangan kegiatan tersebut,” jelasnya.

PP Fatayat NU, lanjut Margaret, tidak pernah memberikan mandat dan izin kepada dua anggotanya untuk menjadi peserta dalam kegiatan tersebut. Untuk itu ia meminta maaf terkait pertemuan dua anggotanya dengan Presiden Israel.

“PP Fatayat NU memohon maaf kepada seluruh warga Indonesia dan masyarakat dunia, apabila telah mengakibatkan kegaduhan dan ketersinggungan dari sisi kemanusiaan universal sehubungan dengan adanya pertemuan tersebut,” ujarnya. (*)

Berita Lain

Pengurus PWI Pusat saat bertemu Ketua MPR RI Ahmad Muzani (empat dari kiri), Rabu, 14 Januari 2026 di Gedung MPR Senayan. (Foto: Ist./ Dok.PWI Pusat).

Bertemu PWI Pusat, Ketua MPR Mengaku Hatinya Masih Tetap Wartawan

14 Januari 2026
Drs. H. Cek Endra Anggota Komisi VII DPR RI yang juga Ketua Partai Golkar Provinsi Jambi. (Foto: Ist./ Jambi Prima.com).

DPR RI: Langkah Prabowo Temui Putin, Angin Segar Untuk Proyek Kilang Tuban

17 Juni 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS