Sabtu, 6 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat.(Foto: Ist./KOMPAS.com).

Waketum Nasdem: Parpol Pendorong Penggunaan Hak Angket, Mundur Dari Kabinet

13 Maret 2024
Mangatur Nainggolan, S.E. Mangatur Nainggolan, S.E.
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Anggota Komisi III DPR, Ahmad Ali meminta partai politik (parpol) yang mendorong penggunaan hak angket DPR RI untuk menyelidiki kecurangan Pemilu 2024 mundur dari kabinet Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Ia menganggap, langkah itu perlu dilakukan sebagai pendidikan politik pada masyarakat. Bahkan partai politik (parpol) tempatnya bernaung, Partai Nasdem pun harus siap mengambil keputusan itu.

“Kalau parpol pemerintahan mau mengajukan angket dan memakzulkan Jokowi, ya mundur dari kabinet. Sesederhana itu cara berpikirnya kok. Supaya masyarakat tidak berprasangka,” Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Nasdem ini menegaskan Selasa, 12 Maret 2024.

Dilansir dari Kompas.com, menurut Ali, parpol yang mendorong hak angket harus berani mengambil jarak dari Jokowi. Sebab, tak mungkin angket hanya dipakai untuk menyelidiki kecurangan pemilu.

Ia menuturkan, hak angket pasti memiliki tujuan akhir untuk memakzulkan Jokowi sebagai presiden. “Kalau ingin memakzulkan Jokowi berarti menang-menangan, kalah-kalahan, kalau demikian pertanyaan saya di mana komitmen PDI-P, komitmen Nasdem, PPP, PKB yang katanya akan mengawal pemerintahan sampai selesai?” papar Ali.

Berita Lain

La Ode Resmi Masuk Bursa Caketum Kosgoro 1957 Periode 2026-2031

Mensesneg: Istana Diskusikan Said Iqbal Masuk Kabinet Merah Putih

KPK Tetapkan Wamen Imipas, Silmy Karim Tersangka Pemerasan

Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengawasan Infrastruktur Energi di Sumbar

“Karena enggak mungkin angket dilakukan hanya untuk menyelidiki kecurangan pemilu, itu naif menurut saya, sambungnya.

Tidak Serius

Terakhir, Ali melihat bahwa usulan hak angket tidak serius dilakukan. Sebab, sampai saat ini sejumlah parpol masih saling menunggu. Padahal, tak sulit untuk mengajukan hak angket agar dibahas pada rapat paripurna DPR RI. “Kalau tidak ada partai yang serius, mbok terus terang saja. Supaya tidak buat kegaduhan. Menurut saya angket bukan pernyataan tapi perbuatan, dan syarat (mengajukan) angket itu tidak sulit kok. Di (tandatangani) 25 anggota (DPR RI), lebih dari satu fraksi cukup,” imbuh dia.

Diketahui tiga parpol Koalisi Perubahan menyatakan siap ikut serta mendorong hak angket yang diwacanakan Calon Presiden Nomor Urut Tiga, Ganjar Pranowo.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Hermawi Taslim sempat menyatakan, pihaknya ingin membuat perjanjian tertulis dengan PDI-P untuk melihat komitmen bersama dalam mendorong hak angket tersebut. Tetapi, Sekjen PDI-P, Hasto Kristiyanto menyiratkan keengganan soal pembuatan perjanjian itu. Ia malah mengatakan bahwa komitmen mendorong hak angket sudah diikat melalui Pancasila dan semangat untuk mempertahankan demokrasi. (*)

Berita Lain

Ketua DPP PKS Al Muzzammil Yusuf. (Foto: Ist./Wikipedia).

Fraksi PKS Tetap Akan Gulirkan Hak Angket Selidiki Kecurangan Pemilu

6 April 2024
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto (kanan). (Foto: Ist./ CNNIndonesia.com ).

Rencana PDIP Ajukan Hak Angket Tunggu Momentum Yang Tepat

18 Maret 2024

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS