Rabu, 20 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Tangkapan layar siaran langsung pengguna akun TikTok @cecestr21 saat karyawan melakukan aksi menahan petinggi PT Maruwa Indonesia, Jumat, 23 Mei 2025. (Foto: HMStimes).

14 Miliar Gaji dan Pesangon Nunggak, Karyawan Tahan Petinggi PT Maruwa Indonesia

23 Mei 2025
Donella Bangun Donella Bangun
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Batam – Sejumlah karyawan PT Maruwa Indonesia, Tanjung Uncang, menahan salah satu petinggi perusahaan dan menuntut gaji, THR, dan pesangon 205 karyawan yang di-PHK sepihak pada Jumat, 23 Mei 2025.

Aksi ini terpantau dari video siaran langsung pengguna akun TikTok @cecestr21. Tampak seorang pria berambut putih berdiri di hadapan sejumlah karyawan wanita yang melakukan protes sambil berteriak, “Bayar gaji kami! Bayar gaji kami!”

Pengguna TikTok bernama Rince itu menjelaskan aksi ini dilakukan agar pihak perusahaan tidak kabur dan segera membayarkan setidaknya gaji mereka untuk bulan April 2024.

“Dia kami tahan, soalnya hari ini terakhir kami bisa masuk. Nanti kami pulang, dia kabur ke Jepang, kan bahaya,” kata Rince kepada 8 ribu penonton siaran langsungnya, pukul 22.20 WIB.

Berita Lain

Amsakar Achmad Tutup Rangkaian Kejuaraan Voli Piala Wali Kota 2026, Berikut Deretan Prestasi BP Batam

⁠BP Batam Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca Hadapi Potensi Kemarau Panjang

WNA Malaysia Ditangkap di Batam, Polisi Dalami Dugaan Eksploitasi Seksual Anak

Li Claudia Chandra Respon Cepat Persoalan Perpanjangan UWT Perumahan Puskopkar

Rince menyebut, total ada 14 miliar gaji dan pesangon karyawan yang belum diselesaikan perusahaan. Sebanyak 10 miliar untuk 49 karyawan permanen dan 4 miliar untuk 156 karyawan kontrak. Rata-rata karyawan kontrak digaji sebesar Rp5 juta dan masih punya sisa kontrak sampai Agustus 2025.

Karyawan sudah 4 kali melakukan mediasi dengan pihak perusahaan, tetapi tidak membuahkan hasil. Perusahaan sempat menjanjikan pembayaran pada hari ini, 23 Mei 2025. Tetapi sejak pukul 09.00 WIB sampai malam ini, belum juga ada kepastian.

“Kemaren kami kasihan, jadi kami senyap-senyap dulu, kami kasih waktu. Katanya tanggal 23 Mei dibayar, tapi hari ini tiba-tiba bawa pengacara,” kata Rince.

Aksi masih berlangsung sampai berita ini diketik pada pukul 22.40 WIB.

Sebelumnya diberitakan perusahaan yang bergerak di bidang Flexible Printed Circuit (FPC) ini secara tiba-tiba menghentikan produksinya sejak awal April 2025. Salah satu penyebab utama adalah terhentinya suplai bahan produksi dari perusahaan mitra di Malaysia, yang selama ini menjadi penopang utama jalur produksi PT Maruwa Indonesia.

HMS masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PT Maruwa Indonesia. Jawabannya akan dimuat dalam laporan selanjutnya.

Berita Lain

Kepala BP Batam dan wakilnya menemui langsung para pendemo dari warga Sengkuang tentang pendistribusian air bersih, Kamis, 22 Januari 2026. (Foto: Humas BP).

BP Batam Jawab Tuntutan Warga Sengkuang, Percepat Solusi Air Bersih

22 Januari 2026
Ratusan driver dari Aliansi Driver Online Batam (ADOB) melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Pemkot Batam, Rabu, 17 September 2025. (Foto: HMS/Flavia Donella Bangun).

Driver Online Batam Tuntut Janji BPJS Ketenagakerjaan Gratis, Amsakar Achmad Beri Respons

18 September 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS