Jumat, 1 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Para Jemaah Haji Indonesia saat berada di dalam Masjidil Harram, Mekkah Arab Saudi. (Foto: Ist./ himpuh.or.id).

Al-Bayt Guest Akan Beri Layanan Terbaik Jemaah Haji Indonesia

2 Oktober 2025
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Syarikah Al-Bayt Guest menyampaikan apresiasi kepada Kantor Urusan Haji dan Pemerintah Indonesia, usai dipercaya sebagai salah satu dari dua syarikah resmi penyedia layanan bagi jemaah Indonesia selama tiga tahun ke depan.

Dalam pernyataan resmi melalui laman media sosial @albaitguests, Al-Bayt Guest menegaskan komitmennya memberikan layanan terbaik demi kenyamanan dan kelancaran ibadah jemaah.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik sesuai harapan mitra, serta memastikan kenyamanan dan kelancaran ibadah haji para jamaah dengan mudah dan penuh ketenangan,” tulis Al-Bayt Guest.

Kementerian Haji dan Umrah memastikan pada musim haji 1447 H/2026 M hanya ada dua syarikah yang ditunjuk untuk melayani 203 ribu jemaah haji reguler Indonesia. Keduanya adalah Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company For Pilgrim Service; dan Al-Bayt Guest.

Berita Lain

Kemenimipas Bina 365 ASN Pelanggar Disiplin di Nusakambangan

BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Pertamina Pertahankan Harga Pertalite Rp10.000/Liter

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 190 kg Emas di Bandara Halim Perdanakusuma

Sebanyak 15 Korban Tewas Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur Teridentifikasi

Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut kebijakan ini sebagai terobosan besar.

“Alhamdulillah, biaya layanan yang dikelola oleh syarikah berhasil kita tekan lebih dari 200 riyal. Dari sebelumnya 2.300 riyal, tahun ini menjadi 2.100 riyal (per jemaah) tanpa pungli dan tanpa manipulasi,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 30 September 2025, dilansir himpuh.or.id.

Dahnil menjelaskan, kebijakan ini berbeda jauh dengan tahun 2025 lalu, ketika Indonesia masih menggunakan skema multisyarikah dengan melibatkan delapan perusahaan sekaligus.

Banyak Masalah

Menurutnya, sistem tersebut justru membuat banyak masalah di lapangan.

“Ada jemaah Indonesia yang terpaksa berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina karena tidak ada bus, atau harus menunggu lama dari hotel ke Arafah,” tambahnya.

Ia mencontohkan, skema lama menyebabkan transportasi tidak teratur, sinkronisasi data berantakan, bahkan jemaah terpecah ke hotel berbeda karena diurus oleh syarikah berbeda. Kondisi ini menyulitkan petugas lapangan yang harus menjaga ribuan jemaah di tengah situasi semrawut.

Dengan hanya dua syarikah yang bertanggung jawab, pemerintah berharap penyelenggaraan haji 2026 lebih terkontrol, transparan, dan minim masalah. Layanan transportasi, akomodasi, hingga manajemen data diharapkan lebih mudah diatur sehingga jemaah bisa fokus beribadah dengan tenang. (*)

Berita Lain

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu. (Foto: Ist./ bangkapos.com)

Direktur Maktour dan Ketum Kesthuri Tersangka Baru Korupsi Kuota Haji

31 Maret 2026
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih (Foto: Ist./ kompas.com).

KPK : Pengembalian Uang Kasus Kuota Haji dari Biro Travel Capai Rp100 Miliar

10 Januari 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS