Rabu, 20 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Alissa Wahid putri Mantan Presiden Abdurrahman Wahid. (Foto: Ist./ _makassarterkini.id _ ).

Alissa Wahid Soroti Penyangkalan Perkosaan Massal Saat Tragedi 1998

26 Juni 2025
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Aktivis pembela perempuan sekaligus putri almarhum Presiden Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid, menyoroti pernyataan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon yang menyangkal terjadinya pemerkosaan massal pada tragedi Mei 1998.

Fadli Zon membantah peristiwa tersebut karena ia tidak mengetahui adanya kasus seperti itu. Namun, ketidaktahuan seseorang tidak membatalkan keberadaan fakta sejarah.

Ia menegaskan, “hanya karena anda tidak melihatnya, tidak berarti itu tidak pernah terjadi,” tegasnya dikutip dari beritaprioritas.com.

Alissa juga mengingatkan agar ketidaktahuan tidak otomatis menjadikan sebuah peristiwa dianggap tidak benar .

Berita Lain

KH Said Aqil Siradj Pastikan Tak Maju jadi Calon Ketum PBNU

Dilelang Rp87 Juta, Harley-Davidson Jadi Incaran di BPA Fair 2026

Tiga BPD di Sumatra Masuk “World’s Best Bank 2026”

Gubernur Pramono Resmikan Kelenteng Tian Fu Gong di PIK 2 Jakarta

Menurutnya, pemerintah seharusnya telah mengakui peristiwa kelam tersebut secara formal. Ia merujuk rekomendasi dari Tim Gabungan Pencari Fakta dan Komnas HAM, serta laporan Kemenkopolhukam tentang 12 kejahatan pelanggaran HAM masa lalu di era kedua Presiden Jokowi yang memuat kekerasan seksual Mei 1998.

Dibantu Gus Dur

Disebutkan pula, Gus Dur pernah membantu korban pemerkosaan itu untuk berobat atau mendapatkan pengobatan ke luar negeri. Beberapa diketahui pernah tinggal di Ciganjur tempat tinggal Gus Dur sebelum para korban berangkat ke luar negeri.

Alissa berharap Fadli Zon tidak terburu-buru menarik kesimpulan tanpa mempelajari data dan bukti yang lebih lengkap. Ia mengingatkan bahwa klaim penyangkalan seharusnya didasarkan pada verifikasi yang memadai.

Ia juga menolak upaya penulisan ulang sejarah seperti yang diusulkan Fadli Zon.

Menurutnya, Jaringan Gusdurian berharap agar narasi sejarah itu tetap bersifat akurat dan tidak direvisi tanpa dasar. (*)

Berita Lain

Tangkapan layar CCTV dua pengendara sepeda motor itu diduga pelaku penyiraman air keras ke aktivis KontraS. (Foto: Dok. Istimewa).

Tim Hukum Minta Pembuat Foto AI Penyiram Air Keras Aktivis Kontras Dilacak

17 Maret 2026
Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Ist./ detik.com).

Kapolri Ucapkan Belasungkawa atas Tewasnya Siswa Korban Penganiayaan Oknum Brimob

23 Februari 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS