Selasa, 9 Desember 2025
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Pesawat Lion Air bernomor penerbangan GT 940 dan dijadwalkan berangkat pada pukul 15.40 WIB jurusan Bandung- Banjarmasin tertunda keberangkatannya selama 4,5 jam. (Foto: Ist./ airport.id).

Awal Usaha Pemilik Lion Air, Dari Calo Tiket di Bandara Soetta

21 Juli 2025
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Sebelum tahun 2000, naik pesawat bukanlah hal yang umum bagi sebagian besar masyarakat. Biaya yang tinggi membuat moda transportasi ini hanya terjangkau oleh kalangan berada.

Berangkat dari kenyataan tersebut, Rusdi Kirana terdorong untuk menghadirkan maskapai penerbangan dengan harga terjangkau, agar masyarakat luas pun bisa menikmati perjalanan udara. Gagasan itu muncul ketika ia masih menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Pancasila, sembari menjalankan usaha sampingan sebagai calo tiket di Bandara Soekarno-Hatta.

Lewat bisnis itulah dia akhirnya paham seluk beluk penerbangan dan memiliki modal untuk melebarkan sayap bisnis. Hingga akhirnya, di tahun 1990-an, Rusdi yang dibantu saudaranya, Kusnan Kirana, mendirikan biro perjalanan bernama “Lion Tour”. Penamaan “Lion” disebabkan karena keduanya berzodiak Leo, demikian dilansir cnbcindonesia.com.

Mengutip majalah Warta Ekonomi (2006), bisnis ini dijalaninya selama 13 tahun sebelum akhirnya makin berkembang di tahun 1999. Pada tahun tersebut dan seiring diperbolehkannya pendirian maskapai swasta baru di Indonesia, duo Kirana mendirikan “Lion Air”.

Berita Lain

Kubu Wapres Yakini Riwayat Pendidikan SMA Gibran Tak Bermasalah

Wajib Parkir di Himbara, Purbaya Bakal Copot Direksi BUMN yang Akali DHE

Sikap PDIP Tentang Pilkada Oleh DPRD Akan Dibahas Dalam Rakernas

SKK Migas Umumkan Penemuan Gas Signifikan di Sumur Konta-1 Dir, Kalimantan Timur

Dalam paparan majalah Gatra 13 November 2004, bermodalkan dua pesawat sewaan, izin maskapai akhirnya keluar pada 1999. Namun, mengutip situs resmi Lion Air, maskapai baru bisa beroperasi pada tanggal 30 Juni 2000.

Rute pertama Lion Air adalah Jakarta-Pontianak dengan harga Rp300 ribu. Harga tersebut jatuh di bawah harga kompetitor yang mematok tarif seharga Rp1,1 juta. Lalu, tak lama berselang dibuka juga rute Jakarta-Manado yang biasanya seharga Rp2,1 juta dibuat menjadi Rp400 ribu.

Bakal Bangkrut

Awalnya banyak yang menduga bisnisnya bakal bangkrut, tetapi kenyataannya tidak. Malah, Lion Air makin moncer karena jadi alternatif masyarakat untuk bisa terbang.

Pada 2004 Lion Air sudah mengoperasikan 23 pesawat terbang. Tiap harinya Lion Air melayani dengan 130 penerbangan di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Jumlah pesawat pun kemudian juga terus bertambah lagi.

Sebelum pandemi, pesawat-pesawat Lion Air mendominasi terminal 1 di Bandara Soekarno-Hatta. Sebab, Lion Air juga membawahi beberapa maskapai seperti Wings Air, Batik Air, Lion Bizjet, Malindo Air (Malaysia), dan Thai Lion Air (Thailand).

Kesuksesan inilah membuat Lion Air menyebut dirinya sebagai maskapai penerbangan berbiaya rendah. Jargonnya “We Make People Fly.”

Bahkan, pada 2018 tercatat maskapai ini sudah mengangkut 36,8 juta penumpang. Atau secara persentase menjadi pilihan 35% penumpang yang ingin berpergian dari pulau ke pulau, dari kota ke kota.

Kini, Lion Air punya bisnis maskapai baru, yakni Super Air Jet. Menariknya, maskapai baru ini berdiri di saat pandemi menghantam dan maskapai lain banyak yang mandek.

Super Air Jet terbang perdana pada 6 Agustus 2021, dengan rute Jakarta – Kualanamu, Medan dan Jakarta – Batam.

Dikutip dari situs resminya, Super Air Jet menawarkan konsep low cost carrier dengan penerbangan antarkota langsung point-to-point di pasar domestik dan perusahaan berharap nantinya dapat melebarkan sayap ke rute internasional.

Orang Terkaya

Pada 2017, Rusdi sendiri sempat berada di urutan ke-33 dari 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Kekayaan mereka kala itu mencapai US$970 juta. Namun, pada 2022, posisi Rusdi menjadi urutan ke-38 dengan kekayaan US$835 juta.

Meski menjadi perintis penerbangan murah, kita semua tahu kalau Lion Air tak jarang mengorbankan hal mahal yang harus dibayar penumpang, yakni keterlambatan jadwal. (*)

Berita Lain

Bandara Sultan Syarif Kusuma II Pekanbaru, Riau. (Foto: Ist./Arief Budi Kusuma).

Soetta Tidak Masuk Empat Bandara yang Puaskan Pelanggan

17 Oktober 2025
Terminal 1C Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali beroperasi pada Jumat, 22 Agustus 2025 setelah direvitalisasi. (Foto: Ist./Dok. Kemenhub).

Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta Kembali Aktif Pasca Revitalisasi

24 Agustus 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS