BATAM – Bakamla tunjukkan komitmen dalam memperkuat kapasitas pengamanan laut melalui partisipasi aktif dalam pelatihan internasional bertajuk Port Safety–Dangerous Goods Law Enforcement yang diselenggarakan di Kolombo, Sri Lanka, Selasa, 3 Juni 2025.
Latihan yang dilakukan sejak 19 Mei 2025 itu terselenggara atas kerja sama Regional Centre for Maritime Studies (RCMS) dan Global Port Safety (GPS).
Dalam project yang didanai oleh Uni Eropa ini Bakamla RI mengirimkan dua perwakilannya, yaitu Kapten Bakamla, Ozzy Wibowo dan Sertu Bakamla, Angger Setya R. Keduanya diutus mengikuti kegiatan peningkatan pemahaman dan kemampuan teknis dalam penegakan hukum terhadap barang-barang berbahaya di pelabuhan bersama peserta dari perwakilan negara Sri Lanka, Bangladesh dan Malaysia.
Para peserta mendapatkan materi dari para ahli keselamatan maritim asal Polandia dan Republik Ceko. Pelatihan ini memberikan kombinasi menyeluruh antara teori, regulasi internasional, dan praktik langsung terkait keamanan penanganan muatan berbahaya di pelabuhan.
Salah satu sesi penting dalam pelatihan ini adalah kunjungan lapangan ke Pelabuhan Kolombo. Di sana, para peserta memperoleh pemahaman langsung mengenai prosedur penanganan barang berbahaya, sistem pemantauan pelabuhan, serta tata kelola keamanan yang diterapkan secara internasional.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan pelatihan, diadakan upacara pemberian sertifikat kepada seluruh peserta. Upacara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Laksamana Muda HGU Dammika Kumara, Wakil Rektor Universitas Pertahanan Sir John Kotelawala (KDU) selaku tamu kehormatan. Turut hadir pula Komandan Jean Baptiste selaku Penasihat Keamanan Maritim Kedutaan Prancis di Sri Lanka, Victoria Dussardier selaku Manajer Proyek GPS, serta Kapten Chamila Mendis, Direktur RCMS.



