Selasa, 20 Januari 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Bangkai seekor gajah yang ditemukan di Desa (Gampong) Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (Foto: Ist./ _Liputan6.com).

Banjir Bandang di Aceh Seret Gajah Mati Sampai Pidie Jaya

30 November 2025
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Seekor gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) mati diduga setelah terseret arus kuat banjir di Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. Bangkai binatang besar tersebut ditemukan di Desa (Gampong) Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Sabtu, 29 November 2025.

Lokasi penemuan satwa itu berada di daerah terisolasi akibat banjir bandang luapan Sungai Meureudu, yang hanya bisa diakses dengan berjalan kaki sekitar dua jam.

Gajah tersebut terbenam di dalam tumpukan kayu hutan dan lumpur yang terbawa banjir. Setengah badan gajah terkubur dengan kepalanya mengarah ke bawah.

“Di desa ini tidak ada gajah, warga belum pernah lihat gajah karena biasanya gajah ada di hutan. Baru sekarang ini kami lihat gajah mati karena banjir,” kata Muhammad Yunus, warga Desa Meunasah Lhok dilansir Liputan6.com mengutip Antara .

Berita Lain

Girik dan Letter C Tidak Lagi Berlaku Mulai 2 Februari 2026

Korban Pesawat ATR 42-500, Satu Jenazah Lanjut Dievakuasi Hari Ini

Ikan Favorit Warga Indonesia Ternyata Serap Racun dalam Air

Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR 42-500 di Puncak Gunung Bulusaraung

Ia mengatakan warga tidak bisa memindahkan bangkai gajah itu karena kondisi medan yang sulit dan tidak ada peralatan memadai.

Warga Kaget

Menurut dia, gajah itu kemungkinan terseret banjir dari hutan di bagian hulu sungai.
“Kami juga kaget ada banyak kayu hutan terbawa sampai ke sini. Saya tidak pernah lihat kayu-kayu sebesar ini,” katanya.

Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri mengaku sudah mendapat informasi penemuan bangkai gajah ditumpukan kayu hutan yang terbawa banjir bandang.

Dia menyatakan belum bisa memastikan apakah banjir bandang ini akibat kerusakan hutan di daerah hulu. Namun, ia mengakui banyak kayu dari hutan yang hanyut terseret banjir sehingga menimbulkan kerusakan parah terhadap rumah warga, fasilitas umum, sekolah dan rumah ibadah di Pidie Jaya.

“Sampai hari ini saya belum tahu kondisi di (daerah) gunung bagaimana. Apakah kayu-kayu ini akibat penebangan atau apa, kami belum tahu. Insha Allah setelah ini kita akan cek kondisi hutan,” tambahnya.

Hingga Sabtu, 29 November 2025, bangkai gajah masih terjepit di dalam material sisa banjir dan berbau busuk. (*)

Berita Lain

Ketua Umum Pasak Opat Nenggeri Linge, Zam Zam Mubarak. (Foto: Ist./ onnews.id).

Tokoh Adat Aceh Nilai Klaim Pemulihan BNPB Tak Sesuai Fakta

6 Januari 2026
Program Polri bangun fasilitas air bersih bagi para korban banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang. (Foto: Ist./Div.Humas Polri).

Polri Bangun dan Operasionalkan 24 Sumur Bor di Aceh Tamiang

21 Desember 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS