JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, seluruh jenazah korban runtuhnya Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur telah ditemukan Tim SAR (Search and Rescue) Gabungan.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan mengatakan total ada 63 jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
“Seluruh jenazah sudah ditemukan. Dari total itu, ada tujuh berupa potongan tubuh,” katanya dalam konferensi pers di posko tanggap darurat di halaman Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Selasa, 7 Oktober 2025 dilansir cnnindonesia.com.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil identifikasi sementara, seluruh jenazah diperkirakan berasal dari dalam kompleks ponpes yang kini telah rata dengan tanah. “Sangat kecil kemungkinan masih ada jenazah,” katanya.
BACA JUGA : Seorang Tewas dan 79 Korban Luka Akibat Bangunan Ponpes di Sidorajo Runtuh
Area tersebut saat ini sudah bersih dari material runtuhan bangunan yang ambruk pada Senin, 29 September 2025.
Kendati demikian, kata dia, kejelasan jumlah akhir korban masih menunggu hasil identifikasi lanjutan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, terutama untuk memastikan tujuh bagian tubuh yang ditemukan apakah merupakan dua korban yang dilaporkan hilang.
“Dari sisi teknis, operasi Basarnas telah dianggap selesai, karena tidak ada lagi tanda-tanda korban di bawah reruntuhan. Namun kepastian jumlah korban secara resmi baru dapat dipastikan setelah proses DVI selesai,” pungkas Budi.
Proses Identifikasi
Sebelumnya Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur (Jatim) kembali berhasil mengidentifikasi korban runtuhnya Pondok Pesantren Al-Khoziny.
Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes M Khusnan, Senin, 6 Oktober 2025 malam mengatakan, tim DVI berhasil mengidentifikasi delapan kantong jenazah yang terdiri dari tujuh jenazah utuh dan satu body part atau potongan tubuh.
Ia menyebut proses identifikasi korban melibatkan serangkaian metode pencocokan data ante mortem dan post mortem.
“Tim menggabungkan data ante mortem yang dikumpulkan dari keluarga korban, seperti catatan medis, gigi, sidik jari, dan properti pribadi, dengan data post mortem yang diperoleh dari pemeriksaan jenazah,” kata Khusnan.
Dijelaskan, dua kantong jenazah bernomor PM RSB B033 dan B034 ternyata milik satu korban atas nama Moh Dafin. Hal itu diketahui setelah hasil rekonsiliasi menunjukkan kecocokan antara bagian tubuh dan data keluarga.
Sedangkan Kabid DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri Kombes Pol Wahju Hadijati mengatakan, dari seluruh kantong jenazah yang diterima, memang tidak semuanya utuh.
Ada yang terpisah antara badan dan anggota tubuh lainnya, namun hasil pencocokan memastikan itu satu orang,” kata Wahju Hadijati.
17 Jenazah Teridentifikasi
Dari hasil pencocokan data yang dilakukan Tim DVI pada Senin, 6 Oktober 2025 malam ada 17 jenazah yang berhasil teridentifikasi, dari 59 kantong jenazah yang diterima.
Berikut data jenazah korban gedung Pondok Pesantren Al Khoziny yang telah teridentifikasi:
- Maulana Alfan Ibrahimavic, 15 tahun, alamat Pabean Cantikan, Surabaya. Teridentifikasi Rabu, 1 Oktober 2025, lokasi release RS Siti Hajar Sidoarjo;
- Muhammad Soleh, 22 tahun, alamat Jalan Madura, Kabupaten Bangka Belitung. Teridentifikasi Rabu, 1 Oktober 2025, lokasi release RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo;
- Muhammad Mashudulhaq, 14 tahun, alamat Kalikendang, Dukuh Pakis, Surabaya. Teridentifikasi Rabu, 1 Oktober 2025, lokasi release RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo;
- Rafi Catur Okta Mulya Pamungkas, 17 tahun, alamat Putat Jaya Sekolahan, Surabaya. Teridentifikasi Rabu, 1 Oktober 2025, lokasi release RS Siti Hajar Sidoarjo;
- M Agus Ubaidillah, 14 tahun, alamat Gresik Gudukan, Krembangan, Surabaya. Teridentifikasi Kamis, 2 Oktober 2025, lokasi release RS Siti Hajar Sidoarjo;
- Firman Noor, 16 tahun, alamat Tembok Lor III, Surabaya. Teridentifikasi Sabtu, 4 Oktober 2025, lokasi release RS Bhayangkara Surabaya;
- M Azka Ibadurrahman, 13 tahun, alamat Jalan Randu Indah, Kenjeran, Surabaya. Teridentifikasi Sabtu, 4 Oktober 2025, lokasi release RS Bhayangkara Surabaya;
- Daul Milal, 15 tahun, alamat Sidokapasan, Surabaya. Teridentifikasi Sabtu, 4 Oktober 2025, lokasi release RS Bhayangkara Surabaya;
- Nurudin, 13 tahun, alamat Karang Gayam, Blega, Bangkalan. Teridentifikasi Minggu, 5 Oktober 2025, lokasi release RS Bhayangkara Surabaya;
- Ahmad Rijalul Haq, 16 tahun, alamat Jalan Dapuan Baru 1, Surabaya. Teridentifikasi Minggu, 5 Oktober 2025, lokasi release RS Bhayangkara Surabaya;
- Moh Royhan Mustofa, 17 tahun, alamat Jl. KH Syadhali Makhdi, RT 01, RW 02, Kabupaten Bangkalan. Teridentifikasi Senin, 6 Oktober 2025, lokasi release RS Bhayangkara Surabaya;
- Abdul Fattah, 18 tahun, alamat Asem Manunggal, Sampang. Teridentifikasi Senin, 6 Oktober 2025, lokasi release RS Bhayangkara Surabaya;
- Wasiur Rohib, 17 tahun, alamat Jalan Gayungan 8 GG Mawar 14/B Surabaya. Teridentifikasi Senin, 6 Oktober 2025, lokasi release RS Bhayangkara Surabaya;
- Mohammad Aziz Pratama Yudistira, 16 tahun alamat Kp. Pulo Kapuk Mekar Mukti Cikarang Utara, Bekasi. Teridentifikasi Senin, 6 Oktober 2025, lokasi release RS Bhayangkara Surabaya;
- Moh Dafin, 13 tahun, alamat Jl Banowati Selatan II/20 RT 007, RW001 Bulu Lor, Semarang. Teridentifikasi Senin, 6 Oktober 2025, lokasi release RS Bhayangkara Surabaya;
- M Ali Rahbini, 19 tahun, alamat Dsn. Plasah, Birem, Tambelang, Sampang. Teridentifikasi Senin, 6 Oktober 2025, lokasi release RS Bhayangkara Surabaya;
- Sulaiman Hadi, 15 tahun, alamat Morleke, Kolla Modung, Bangkalan. Teridentifikasi Senin, 6 Oktober 2025, lokasi release RS Bhayangkara Surabaya. (*)



