Jumat, 1 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Pemandangan permukaan air Danau Toba yang berwarna coklat dan keruh. (Foto: Istimewa/ detik.com).

Cuaca Ekstrem Penyebab Air Danau Toba Mendadak Keruh

22 Juli 2025
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Air Danau Toba mendadak keruh viral di media sosial yang bertepatan dengan jadwal revalidasi Toba Caldera Unesco Global Geopark 2025 yang berlangsung 21-25 Juli 2025. Cuaca ekstrem disebut menjadi penyebabnya.

Dilihat Senin, 21 Juli 2025 dari video yang beredar, terlihat air Danau Toba berwarna coklat. Peristiwa itu dinarasikan terjadi pada Minggu, 20 Juli 2025.

“Air Danau Toba berubah warna jadi kayak air paret,” tulis narasi video tersebut. Tulisan sudah disesuaikan dengan EYD, dilansir detik.com.

Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Kabupaten Samosir, Sumatra Utara (Sumut), Tetty Naibaho membenarkan peristiwa itu. Ia mengungkapkan bahwa fenomena keruhnya air di Danau Toba beberapa waktu belakangan ini terjadi lantaran adanya faktor cuaca ekstrem.

Berita Lain

LDA Disepakati, SKK Migas Sebut Gas Masela Ludes Terjual

Menhan Tinjau Latsarmil ASN di Markas Korps Marinir Cilandak

Kemenimipas Bina 365 ASN Pelanggar Disiplin di Nusakambangan

BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Pertamina Pertahankan Harga Pertalite Rp10.000/Liter

“Kalau saya melihat keruhnya air danau disebabkan oleh ombak besar karena angin kencang,” ungkap Tetty.

“Nah ombak besar ini yang membuat hingga air keruh atau berubah warna,” lanjutnya.

Air keruh di Danau Toba, kata dia, bisa berubah setelah cuaca kembali normal. “Cuaca ekstrem ini sejak Mei dan air dapat kembali normal setelah cuaca ekstrem berlalu,” Tetty menambahkan.

Kadisbudparekraf Sumut, Yudha Pratiwi menyebutkan bahwa tim asesor juga akan melewati titik air keruh saat melakukan kunjungan untuk penilaian. Namun begitu, ia berharap fenomena ini tidak mengurangi penilaian untuk mendapatkan status green card.

“Dalam area kunjungan asesor itu juga kita akan melewati satu titik air keruh di kawasan Danau Toba, mudah-mudahan tidak jadi pengurangan penilaian dari pihak Unesco,” ujarnya. (*)

Berita Lain

Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Jakarta. (Foto: Ist./ KapanLagi.com)

Almarhum Penyanyi Vidi Aldiano Enam Tahun Berjuang Melawan Kanker

8 Maret 2026
Banjir di Legian dan Sanur, Provinsi Bali  tak hanya menghambat aktivitas warga, tetapi juga menutup ruas jalan karena genangan air mencapai ketinggian 40 sentimeter, sehingga akses lalu lintas terganggu pagi itu. (Foto: Ist./ AFP).

Cuaca Ekstrem dan Hujan Lebat Akibatkan Sejumlah Titik di Bali Banjir

25 Februari 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS