BATAM – Driver ojol dan pengamen yang sempat ribut di Simpang Kepri Mall sepakat berdamai. Perdamaian terjadi setelah dilakukan mediasi di Polresta Barelang, Rabu, 9 Juli 2025.
Baca: Ribut Driver Online dan Pengamen di Simpang Kepri Mall, 2 Orang Terluka
“Dari hasil mediasi di dalam tadi, kedua belah pihak sudah damai. Kalau ke depan terjadi hal serupa, dari pihak pengamennya tidak ada ampun lagi. Diproses secara hukum,” kata Marwan, salah satu driver ojol yang mengalami luka di bagian dagu dan bibir.
Wakil Ketua Satgas Komunitas Andalan Driver Online (Komando) Kota Batam, Oka, menyebut tidak ada kompensasi dari pihak pengamen untuk driver ojol yang terluka.
“Untuk malam ini, sesuai arahan ketua umum kita, kita akan memaafkan pihak-pihak yang terlibat tanpa menerima kompensasi. Jadi nanti perawatan kawan-kawan kita, semua kita tanggung dari Komando,” kata Oka kepada HMS.
Pengamen Kerap Meresahkan Masyarakat
Menurut Oka dan Marwan, ini bukan pertama kalinya driver ojol ataupun masyarakat mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pengamen di Simpang Kepri Mall.
Beberapa bulan lalu sempat viral video pengamen yang marah ketika tidak diberikan uang. Namun, peristiwa malam ini dinilai fatal.
“Dia ngamen, nyanyi-nyanyi gitu. Cuman ada mengucapkan kata-kata yang tidak senonoh ke salah satu driver roda 4,” jelas Marwan.
Kemudian seorang driver lain datang, hendak membantu menyelesaikan permasalahan antara driver ojol roda 4 dan pengamen. Namun, ia justru dipukuli secara beramai-ramai oleh kelompok pengamen.
Kata Oka, tadinya SOS diluncurkan hanya untuk mengamankan penyelesaian konflik. Tetapi karena ada perlawanan dari pihak pengamen, terjadilah kisruh. Akibatnya pihak pengamen juga ada yang menjadi korban.

Oka berharap pengamen tidak mengulangi perbuatannya yang selama ini juga kerap dikeluhkan masyarakat.
“Khusus untuk di daerah Simpang Kepri, itu udah sering kali terjadi. Jadi pas malam ini terjadi sama pihak kita, mudah-mudahan ini yang terakhir,” kata Oka.
Pria berbadan tegap ini meminta semua driver online di Batam untuk segera melapor ke pihak kepolisian ketika ada masalah seperti ini. Ia juga memohon maaf kepada masyarakat Batam atas kekisruhan yang terjadi.
“Intinya kami bukan melakukan tindakan premanisme, tapi kami ingin membantu memberantas premanisme di Kota Batam dengan cara kami yang seperti ini,” jelas Oka.
Pengamen jangan Hanya Ditertibkan
Komando Kota Batam berharap pengamen di Simpang Kepri Mall segera ditertibkan oleh Pemko Batam. Namun, bukan hanya ditertibkan, tapi juga diberi solusi.
“Ya mungkin diberikan pendidikan ataupun pekerjaan lain. Jadi kita pun juga sesama pencari makan juga di jalan.” kata Wakil Ketua Satgas Komando Kota Batam, Oka, kepada HMS.
Oka menyebut, mereka tidak anti pengamen. Namun, yang menjadi masalah adalah ketika para pengamen mencari uang sambil minum minuman keras, memalak, ataupun memaksa.
“Jadi kami dari Komando meminta dinas-dinas terkait untuk melakukan penertiban segera, dan diberikanlah pelatihan dan dipekerjakan,” jelas Oka.
Kunjungi TikTok HMStimes.com dan Instagram HMStimes.official



