Jumat, 1 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Kondisi gedung 30 lantai di Bangkok yang runtuh usai gempa 7,7 M di Myanmar. (Foto: Ist./ REUTERS ).

Gedung 30 Lantai Yang Runtuh Di Bangkok Akibat Gempa, Gunakan Besi Di Bawah Standar

2 April 2025
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Kontraktor gedung perkantoran yang sedang dibangun dan runtuh di Bangkok, Thailand saat gempa Myanmar pada Jumat, 28 Maret 2025 lalu, disebut menggunakan batang baja di bawah standar.

Baja tersebut dilaporkan dibuat oleh pabrik yang telah ditutup pihak berwenang setempat.

Mengutip Bangkok Post, Selasa, 1 April 2025, dua sampel batang baja dengan ukuran berbeda yang dikumpulkan dari lokasi runtuhan gedung, gagal dalam uji yang dilakukan oleh Institut Besi dan Baja Thailand.

Kepala Kelompok Kerja di Kementerian Perindustrian Thailand, Thitipas Choddaechachainun menyebutkan, logam tersebut dibuat oleh perusahaan yang telah ditutup, karena pelanggaran lain sejak Desember. Namun, Thitipas tak menyebutkan nama perusahaan tersebut, demikian dilansir cnnindonesia.com.

Berita Lain

Kemenimipas Bina 365 ASN Pelanggar Disiplin di Nusakambangan

BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Pertamina Pertahankan Harga Pertalite Rp10.000/Liter

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 190 kg Emas di Bandara Halim Perdanakusuma

Sebanyak 15 Korban Tewas Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur Teridentifikasi

Gambar batang baja yang dibagikan kementerian dan media lokal menampilkan merek “Sky”, dibuat oleh Xin Ke Yuan Steel Co, yang memiliki pabrik di Provinsi Rayong. Pihak berwenang sempat menutup pabrik tersebut dengan alasan keselamatan, pada Desember karena kecelakaan yang melibatkan kebocoran tangki gas dan menyita lebih dari 2.400 ton baja.

Bangunan setinggi 30 lantai itu adalah satu-satunya bangunan yang runtuh di ibu kota Thailand setelah gempa berkekuatan 7,7 skala richter mengguncang Myanmar. Video runtuhnya bangunan beredar luas di media sosial. Runtuhnya bangunan akibat gempa telah diberitakan menewaskan sedikitnya selusin pekerja dan menjebak puluhan lainnya.

Pemerintah Selidiki

Penemuan baja di bawah standar itu terjadi di tengah penyelidikan terpisah oleh pemerintah untuk mengungkap alasan runtuhnya gedung tersebut.

Xin Ke Yuan Steel adalah perusahaan Tiongkok kedua yang menjadi sorotan Thailand. Gedung pencakar langit itu dibangun ITD-CREC, sebuah usaha bersama antara Italian-Thai Development Plc yang terdaftar di SET dan China Railway Number 10 Thailand Co.

Menteri Perindustrian Akanat Promphan menyebut, pihak berwenang akan mengumpulkan lebih banyak sampel baja dan bekerja sama dengan tim penyelidik.

China Railway Number 10, yang tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar, juga akan diselidiki oleh Departemen Investigasi Khusus untuk melihat apakah perusahaan itu menggunakan calon pemegang saham Thailand sebagai pemegang saham proksi. (*)

Berita Lain

Segmen zona megathrust di selatan Jawa dan Sumatra. (Foto: Ist./Dok. Jurnal On the potential for megathrust earthquakes and tsunamis off the southern coast of West Java and southeast Sumatra, Indonesia).

Zona Megathrust Kepung RI Berubah, Ahli Jepang Tunjuk Wilayah Bahaya

2 Januari 2026
Ilustrasi gempa bumi.

Gempa Bumi 5,2 M Guncang Lembata – NTT Senin Dini Hari

14 April 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS