Jumat, 13 Maret 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution. (Foto: Ist./ tribunnews.com).

Gubernur Sumut Soroti Tingginya Harga Avtur di Bandara Internasional Kualanamu

27 Agustus 2025
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Bobby Nasution menyoroti tingginya harga avtur di Bandara Kualanamu (KNIA), Deli Serdang. Menurutnya, kondisi ini membuat sejumlah maskapai lebih memilih mengisi bahan bakar pesawat di Malaysia karena tarif di sana yang lebih murah.

“Ada maskapai, saya tidak sebutkan maskapai apa, tapi maskapai swasta dia biasanya ngambil rutenya pintar. Dari Jakarta dia terbang ke Medan, dari Medan dia terbang ke Penang Kuala lumpur. Mengisi minyak full dia di sana. lalu terbang ke Kualanamu ngisi minyak sedikit, lalu terbang ke Jakarta,” kata Bobby Nasution di Medan, Senin, 25 Agustus 2025 dilansir cnnindonesia.com Selasa, 26 Agustus 2025.

Menurut Bobby, harga avtur yang tinggi berpengaruh langsung terhadap biaya tiket pesawat. Misalnya saja rute Medan-Jakarta yang cenderung lebih mahal dibandingkan tiket Jakarta-Medan.

Hal ini terjadi karena maskapai yang berangkat dari Jakarta bisa mengisi bahan bakar di Bandara Soekarno-Hatta dengan harga lebih rendah. Akan tetapi saat terbang dari Medan, maskapai harus menutupi biaya tambahan akibat harga avtur Kualanamu yang lebih tinggi.

Berita Lain

Hashim Djojohadikusumo Dapat Jabatan Baru dari Presiden Prabowo

Bareskrim Sita Kantor-Tanah Senilai Rp300 M di Kasus Dana Syariah Indonesia

Praperadilan Ditolak, Status Tersangka Eks Menag Yaqut Sah!

Gasak Emas dari Tambang Ilegal, 14 Tersangka Raup Rp2,8 Miliar/Hari

“Jadi kalau diperhatikan harga tiket, tiket dari Medan-Jakarta pasti lebih mahal daripada Jakarta-Medan, kenapa? Karena jika tiket Jakarta-Medan, dia mengisi minyaknya di Jakarta (Soekarno Hatta). Soekarno-Hatta itu harga avtur lebih murah dibandingkan Kualanamu. Begitu terbang ke Kualanamu dia harus isi avtur, terbang lagi, dia harus nambah harga tiketnya sedikit biar harga avturnya tertutupi,” jelasnya.

Harga Kualanamu

Bobby menyebutkan harga avtur di Bandara Kualanamu mencapai Rp14.500 per liter. Sedangkan di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) berkisar Rp12 ribu per liter. Sedangkan di Malaysia, harga avtur lebih murah yakni di kisaran Rp9.000 – Rp10 ribu per liter.

“Di Kualanamu itu harga avtur ya kalau saya tidak salah Rp14.500 per liter. Di Soetta sekitar Rp12 ribu per liter. Makanya saya bilang banyak maskapai swasta terbang ke Kuala Lumpur karena di sana itu Rp9.000 sampai Rp10 ribu per liter. Bayangkan selisihnya, pesawat ini bukan mengisinya kayak mobil. Jadi mengisinya berton-ton,” paparnya.

Bobby menuturkan tidak sedikit maskapai swasta yang mencari cara untuk mengurangi biaya operasional. Misalnya dengan mengisi bahan bakar penuh di Kuala Lumpur atau Penang, lalu hanya menambah sedikit di Kualanamu sebelum kembali ke Jakarta.

Strategi ini menunjukkan bahwa maskapai harus berinovasi untuk menekan biaya di tengah harga avtur yang mahal.

“Mereka berinovasi juga bagaimana kondisi hari ini mereka memutar otak dulu. Ini bisa kita bantu bagaimana minimal harga avtur di Kualanamu benar benar sejalan dengan cita cita Kualanamu. Apalagi Bandara Kualanamu pertama kali kereta yang terkoneksi dari bandara ke kota. Itu bukan di Bandung bukan di Jakarta, pertama kali di Sumut.

Fasilitas dibuat lengkap karena tujuannya bukan hanya domestik tapi juga internasional,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, tambah Bobby, mempengaruhi keberlangsungan penerbangan internasional di Kualanamu. Beberapa maskapai asing sempat membuka rute ke Medan, tetapi hanya bertahan beberapa bulan karena biaya avtur tinggi membuat operasional tidak seimbang dengan jumlah penumpang.

“Kita ambil contoh berapa banyak penerbangan internasional dari Kualanamu ke luar dan dari luar masuk ke Kualanamu. Kalau semakin hari semakin banyak berarti fungsinya sudah berjalan. Atau memang ada pernah sudah masuk, tapi keluar lagi. Penyebab nya apa? Ini harus dipecahkan bersama sama yang mungkin tingkat lokal provinsi ini tidak bisa diselesaikan,” sebutnya.

Pintu Gerbang

Gubernur Bobby menambahkan Bandara Kualanamu dirancang untuk menjadi pintu gerbang Indonesia bagian barat, bukan sekadar pemindahan dari Bandara Polonia ke Deli Serdang. Akan tetapi harga avtur di Bandara Kualanamu tercatat tertinggi di Indonesia. Sehingga tingginya harga avtur ini membuat rencana tersebut belum terwujud hingga kini.

“Konsep awal Bandara Kualanamu ini bukan hanya pindah dari Medan ke Deli Serdang. Pindah dari tengah kota ke pinggiran kota. Ini ada keinginan dari pemerintah menjadikan Kualanamu menjadi pintu gerbang Indonesia Bagian Barat. Hal ini mungkin terjadi, bisa terjadi kalau kita semua bisa mensupport,” terangnya.

Penurunan harga avtur, tambah Bobby akan memberi efek domino yang signifikan. Tidak hanya mendorong tumbuhnya industri penerbangan ( aero industri), tetapi juga mempercepat perkembangan kawasan ekonomi di sekitar Kualanamu.

Hal ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan perputaran ekonomi di Sumatra Utara.

“Ketika itu bisa diturunkan, efek dominonya sangat luar biasa, aero industri kita bisa berjalan karena itu memang tujuan awal yang mau dibuat, kawasan Kualanamu yang stagnan begitu-begitu saja ini bisa berkembang dengan baik, ujungnya apa? Tenaga kerja terbuka, putaran ekonomi di kawasan itu juga dapat berputar dengan baik,” tutupnya.

Hormati Masukan

Merespons keluhan Bobby tersebut Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengatakan menghormati perhatian dan masukan yang diberikan.

Masukan dari pemerintah daerah merupakan hal penting bagi Pertamina Patra Niaga dalam upaya bersama mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk pengembangan kawasan aeropolis di sekitar bandara.

Meski demikian, mereka menyatakan penetapan harga avtur di seluruh Indonesia sudah mengikuti formula yang berlaku secara nasional.

“Formula ini mengacu pada regulasi pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, kurs, serta komponen biaya operasional lainnya. Hal ini diterapkan secara transparan dan berlaku sama bagi seluruh bandara di Indonesia,” kata Area Manager Communication Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw dalam pernyataan resminya Selasa, 26 Agustus 2025.

Dari sisi operasional, Pertamina Patra Niaga di wilayah Sumatera Bagian Utara memastikan ketersediaan avtur di Bandara Kualanamu dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan maskapai. Kami senantiasa menjaga keandalan pasokan serta kualitas pelayanan agar maskapai dapat beroperasi dengan baik.

“Kami juga terus berkoordinasi dan terbuka untuk berdiskusi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik Pemerintah Daerah maupun operator penerbangan, agar layanan avtur dapat mendukung kelancaran operasional bandara dan pengembangan sektor penerbangan di Sumatra Utara,” tambahnya. (*)

Berita Lain

Pengukuhan pengurus Abpednas. (Foto: Risma./HMS).

Pengukuhan Abpednas Sumut, Bobby Nasution Terus Mendorong Desa Berinovasi Lewat Skema Kompetisi

15 Februari 2026
Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution (kiri), saat menggelar konferensi pers di Kantor Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara pada Jumat, 19 Desember 2025. (Foto: Ist./ KOMPAS.com).

Bantuan Beras dari UEA Batal Dikembalikan, Muhammadiyah yang Salurkan

20 Desember 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS