Selasa, 9 Desember 2025
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga Mantan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan saat paparan, bila Indonesia belum sepenuhnya siap mengganti mobil konvensional menjadi bertenaga listrik. (Foto: Ist./ liputan6.com).

Ignasius Jonan: Indonesia Belum Siap Ganti Mobil Konvensional Jadi Bertenaga Listrik

30 Juli 2025
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang juga Mantan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menyatakan, Indonesia belum sepenuhnya siap mengganti mobil konvensional menjadi bertenaga listrik.
“Untuk 25 tahun atau satu generasi ke depan dari sekarang, mereka ini Gen Z dan Alpha, yang cocok adalah PHEV atau hybrid,” ungkapnya, di The 19th Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) 2025, Selasa, 29 Juli 2025. 

Ia menilai, Indonesia belum siap secara infrastruktur untuk meletakan secara merata stasiun pengisian kendaraan listrik sebanyak SPBU ataupun SPBG.

“Untuk buat charging station sebanyak SPBU atau gas di Indonesia, apakah bisa? Karena Waktu tahun 2016 saat saya ditugaskan di Kementerian ESDM, dari 7.500 kecamatan, SPBU resmi hanya ada di 1.500 kecamatan saja. Jadi inilah tantangannya untuk memperbanyak charging station,” tuturnya dilansir liputan6.com.

Lalu alasan lainnya adalah, PLN sebagai operator pengisian kendaraan listrik dinilai belum mampu membuat smart grid.
Seperti mempertimbangkan perlu berapa mega atau giga watt yang harus disediakan dan dipastikan tercukupi selama 24 jam.

Berita Lain

Sikap PDIP Tentang Pilkada Oleh DPRD Akan Dibahas Dalam Rakernas

SKK Migas Umumkan Penemuan Gas Signifikan di Sumur Konta-1 Dir, Kalimantan Timur

Kekhawatiran Mualem, Korban Bencana Mati Kelaparan di Daerah Terisolir

Ma’ruf Amin Ungkap Empat Kesimpulan Rapat Forum Sesepuh dan Mustasyar NU

“Terakhir, bagaimana nanti sisa baterainya? Treatment -nya gimana?” ujarnya.

Zaman Berubah

Belum lagi tren perubahan zaman. Bila hari ini Gen Z dan Alpha itu membutuhkan mobil, belum tentu beberapa tahun ke depan juga butuh.
Bisa jadi kebutuhan mereka sudah tercukupi dengan adanya taksi-taksi online yang mudah didapat.

“Mereka itu enggak kayak kita yang fokus pada satu tempat, enggan berpergian, mereka mobilitasnya tinggi, inginnya praktis. Jadi pengusaha indusri otomotif perlu survei keinginan itu ke usia-usia seperti mereka, 20 hingga 30an, maunya seperti apa?” katanya.

Dalam kesempatan GIAC 2025, ada beberapa pembicara yang dihadirkan untuk menjawab tantangan kendaraan ramah lingkungan, seperti cita-cita pemerintah. Para pembicara tersebut adalah Hao Quoc Tien, Deputy Chief Executive Officer of the Asia Region Toyota Asia DCEO.

Lalu, Mikael Hagsten, selaku Retail Operation Volvo Cars Corporation, Evin Ye selaku VP President Geely Auto International Corporation, serta Alin Halimutassidiah, selaku Head of Green Economy and Climate Research Friup LPEM BEM UI. (*)

Berita Lain

Bagi-bagi diskon 50 persen untuk tambah daya listrik dalam rangka Hari Pahlawan 2025 melalui promo Power Hero di PLN Mobile. (Foto: Ist./ cnnindonesia.com).

PLN Bagi-bagi Diskon 50 Persen Bagi Yang Ingin Tambah Daya

16 November 2025
‎Perwakilan Solnet, Jamal. (Foto: Istimewa).

‎Solnet Tegaskan Kepatuhan Hukum, Bantah Tudingan LSM Soal Pemasangan Kabel Tanpa Izin

25 Oktober 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS