Rabu, 20 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Indonesia satu dari empat negara yang sudah menunjukan minatnya terhadap jet tempur siluman KAAN Turki. (Foto: Ist./zonajakarta.com).

Indonesia Berminat Berpartisipasi Ke Dalam Program Jet Tempur Turki

30 Mei 2025
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Proyek ambisius Turki, membuat jet tempur dengan teknologi mutakhir, diminati sejumlah negara termasuk Indonesia. Alat utama sistem persenjataan bernama KAAN itu, dikategorikan sebagai jet tempur generasi kelima.

KAAN membawa sejumlah kelebihan dibanding mayoritas jet tempur di dunia. Kemampuan yang dibawa meliputi stealth (siluman terhadap radar), sistem avionik terkini, radar AESA (Active Electronically Scanned Array) yang dapat mendeteksi dan mengunci sejumlah target sekaligus, kecepatan supersonik tanpa afterburner, dan banyak lagi.

Turki membangun KAAN sangat jelas, yaitu untuk mewujudkan kemandirian pertahanan nasionalnya. Tapi selain itu, untuk mengurangi ketergantungan dengan produk asing, terutama dari Amerika Serikat.

Dipromosikan Ke Sahabat

Berita Lain

KH Said Aqil Siradj Pastikan Tak Maju jadi Calon Ketum PBNU

Dilelang Rp87 Juta, Harley-Davidson Jadi Incaran di BPA Fair 2026

Tiga BPD di Sumatra Masuk “World’s Best Bank 2026”

Gubernur Pramono Resmikan Kelenteng Tian Fu Gong di PIK 2 Jakarta

Di tengah perkembangannya, Turki sudah mencoba mempromosikan KAAN ke sejumlah negara sahabat.Bahkan orang penting perusahaan dirgantara terbesar di sana sudah mengungkap beberapa negara yang berminat dengan KAAN, dan salah satunya Indonesia.

“Manajer Umum TUSAS Turki, Mehmet Demiroglu mengungkap ada empat negara, yaitu Kazakhstan, Arab Saudi, Malaysia, dan Indonesia yang telah menyatakan minatnya pada program jet tempur KAAN”, tulis Bulgarian Military, Senin, 26 Mei 2025 dalam artikel “Turkish KAAN fighter jet sparks buzz in Asia and Middle East” dilansir zonajakarta.com.

Bagi Demiroglu, lahirnya KAAN berada di momen yang tepat di mana semakin masifnya sorotan global pada jet tempur generasi kelima.

Pada kesempatan yang sama, F-35 dan F-22 Amerika sebagai pemain utama jet tempur generasi kelima di pasar global, sulit untuk dijangkau beberapa negara. Sementara KAAN hadir sebagai opsi negara-negara yang sulit mengakses F-35 dan F-22.

Tunjukkan Minat

Indonesia, negara Asia Tenggara ini nyatanya sudah menunjukkan minatnya terhadap KAAN jauh-jauh hari. Ketertarikan Indonesia semakin menguat pada bulan April 2025, saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Turki.

Presiden Indonesia ke delapan itu melakukan kunjungan kerja ke Turki pada 9-11 April 2025. Pada tanggal 10 April 2025, Prabowo dijadwalkan untuk berpidato di Sidang Umum Majelis Agung Nasional Turki. Pada kesempatan itu, presiden mendeklair ketertarikannya akan jet tempur siluman KAAN.

“Presiden RI, Prabowo Subianto mengumumkan bahwa mereka ingin berpartisipasi dengan proyek jet tempur nasional KAAN yang dikembangkan Turki”, tulis savunmasanayist.com 10 April 2025 dalam artikel “Endonezya KAAN projesine katılmak istiyor”.

Secara umum, Prabowo menyampaikan keinginannya untuk mengembangkan kerja sama industri pertahanan dengan Turki.

“Kami ingin mengambil bagian dalam proyek jet tempur nasional generasi kelima KAAN. Demikian pula, kami ingin mengambil bagian dalam proyek kapal selam. Kami ingin mendapatkan keuntungan dari industri pertahanan Turki”, kata Presiden RI saat berpidato di Sidang Umum Majelis Agung Nasional Turki.

Keinginan Indonesia akan KAAN pun mendapat sorotan dari Pimpinan Redaksi Majalah Pertahanan Turki, SavunmaSanayiST, Anıl Şahin.

Bagi Sahin, alasan Indonesia maupun negara-negara yang juga tertarik dengan KAAN, adalah karena sulit untuk mendapatkan jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat.
“Tak satu pun dari ini termasuk dalam program F-35. Sangat sulit bagi negara-negara ini untuk mendapatkan F-35, jet tempur generasi ke-5. Karena tidak ada pesawat yang dapat mereka pasok.
Dengan kata lain, mereka akan membeli Su-57 dari Rusia, F-35 dari AS, atau J-20 dari China.

Tetapi jika mereka tidak ingin membeli apa pun dari tiga negara, mereka harus berpartisipasi dalam program jet tempur generasi ke-5.
Saat ini, program paling logis yang dapat mereka ikuti karena hubungan bilateral mereka adalah program jet tempur generasi ke-5 Turki.

Itulah sebabnya banyak negara, terutama Indonesia, tertarik dengan program ini. Pada saat yang sama, hal ini tidak boleh dilihat hanya sebagai pengadaan pesawat terbang”. Ucap Sahin, dikutip Ekonomi Haber7 14 April 2025 dalam artikel “KAAN’a Asya çıkarması! Endonezya ve Malezya projeye dahil olabilir”. (*)

Berita Lain

Wapres Gibran Rakabuming Raka  (tengah) dan Gubernur Jakarta Pramono Anung (dua dari kanan) meninjau lokasi proyek MRT Jakarta fase 2A. (Foto: Ist./ detikcom).

Wapres Apresiasi Kerja Maraton, Rampungkan Proyek MRT Jakarta

13 Mei 2026
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad hadir dalam kegiatan penandatanganan serangkaian perjanjian kerja sama strategis bersama PT PLN Batam dan PT Digitalland Service One (DayOne), pada Jumat, 17 April 2026 di Balairung Sari BP Batam. (Foto: Humas BP).

Investasi Digital Menguat, BP Batam Dukung Proyek Pusat Data DayOne-PLN Batam

18 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS