JAKARTA – Proyek ambisius Turki, membuat jet tempur dengan teknologi mutakhir, diminati sejumlah negara termasuk Indonesia. Alat utama sistem persenjataan bernama KAAN itu, dikategorikan sebagai jet tempur generasi kelima.
KAAN membawa sejumlah kelebihan dibanding mayoritas jet tempur di dunia. Kemampuan yang dibawa meliputi stealth (siluman terhadap radar), sistem avionik terkini, radar AESA (Active Electronically Scanned Array) yang dapat mendeteksi dan mengunci sejumlah target sekaligus, kecepatan supersonik tanpa afterburner, dan banyak lagi.
Turki membangun KAAN sangat jelas, yaitu untuk mewujudkan kemandirian pertahanan nasionalnya. Tapi selain itu, untuk mengurangi ketergantungan dengan produk asing, terutama dari Amerika Serikat.
Dipromosikan Ke Sahabat
Di tengah perkembangannya, Turki sudah mencoba mempromosikan KAAN ke sejumlah negara sahabat.Bahkan orang penting perusahaan dirgantara terbesar di sana sudah mengungkap beberapa negara yang berminat dengan KAAN, dan salah satunya Indonesia.
“Manajer Umum TUSAS Turki, Mehmet Demiroglu mengungkap ada empat negara, yaitu Kazakhstan, Arab Saudi, Malaysia, dan Indonesia yang telah menyatakan minatnya pada program jet tempur KAAN”, tulis Bulgarian Military, Senin, 26 Mei 2025 dalam artikel “Turkish KAAN fighter jet sparks buzz in Asia and Middle East” dilansir zonajakarta.com.
Bagi Demiroglu, lahirnya KAAN berada di momen yang tepat di mana semakin masifnya sorotan global pada jet tempur generasi kelima.
Pada kesempatan yang sama, F-35 dan F-22 Amerika sebagai pemain utama jet tempur generasi kelima di pasar global, sulit untuk dijangkau beberapa negara. Sementara KAAN hadir sebagai opsi negara-negara yang sulit mengakses F-35 dan F-22.
Tunjukkan Minat
Indonesia, negara Asia Tenggara ini nyatanya sudah menunjukkan minatnya terhadap KAAN jauh-jauh hari. Ketertarikan Indonesia semakin menguat pada bulan April 2025, saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Turki.
Presiden Indonesia ke delapan itu melakukan kunjungan kerja ke Turki pada 9-11 April 2025. Pada tanggal 10 April 2025, Prabowo dijadwalkan untuk berpidato di Sidang Umum Majelis Agung Nasional Turki. Pada kesempatan itu, presiden mendeklair ketertarikannya akan jet tempur siluman KAAN.
“Presiden RI, Prabowo Subianto mengumumkan bahwa mereka ingin berpartisipasi dengan proyek jet tempur nasional KAAN yang dikembangkan Turki”, tulis savunmasanayist.com 10 April 2025 dalam artikel “Endonezya KAAN projesine katılmak istiyor”.
Secara umum, Prabowo menyampaikan keinginannya untuk mengembangkan kerja sama industri pertahanan dengan Turki.
“Kami ingin mengambil bagian dalam proyek jet tempur nasional generasi kelima KAAN. Demikian pula, kami ingin mengambil bagian dalam proyek kapal selam. Kami ingin mendapatkan keuntungan dari industri pertahanan Turki”, kata Presiden RI saat berpidato di Sidang Umum Majelis Agung Nasional Turki.
Keinginan Indonesia akan KAAN pun mendapat sorotan dari Pimpinan Redaksi Majalah Pertahanan Turki, SavunmaSanayiST, Anıl Şahin.
Bagi Sahin, alasan Indonesia maupun negara-negara yang juga tertarik dengan KAAN, adalah karena sulit untuk mendapatkan jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat.
“Tak satu pun dari ini termasuk dalam program F-35. Sangat sulit bagi negara-negara ini untuk mendapatkan F-35, jet tempur generasi ke-5. Karena tidak ada pesawat yang dapat mereka pasok.
Dengan kata lain, mereka akan membeli Su-57 dari Rusia, F-35 dari AS, atau J-20 dari China.
Tetapi jika mereka tidak ingin membeli apa pun dari tiga negara, mereka harus berpartisipasi dalam program jet tempur generasi ke-5.
Saat ini, program paling logis yang dapat mereka ikuti karena hubungan bilateral mereka adalah program jet tempur generasi ke-5 Turki.
Itulah sebabnya banyak negara, terutama Indonesia, tertarik dengan program ini. Pada saat yang sama, hal ini tidak boleh dilihat hanya sebagai pengadaan pesawat terbang”. Ucap Sahin, dikutip Ekonomi Haber7 14 April 2025 dalam artikel “KAAN’a Asya çıkarması! Endonezya ve Malezya projeye dahil olabilir”. (*)



