JAKARTA – Di tengah arus deras disrupsi media di Indonesia, yang membuka ruang inovasi dan demokratisasi informasi saat ini, nama Drs. H. Johnny Hardjojo, M.Si. tetap menjadi poros penting dalam jagat jurnalistik nasional. Ia menyatakan kesiapannya maju jadi kandidat Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025-2030, dalam Kongres Luar Biasa (KLB) pada akhir Agustus bulan depan.
Pria kelahiran Jakarta, 14 Maret 1959 ini bukan hanya dikenal wartawan senior, tetapi juga tokoh komunitas dan alumni Lemhannas RI, yang konsisten menanamkan nilai kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Karier jurnalistiknya dimulai sejak akhir 1970-an di PT Metro Pos Jakarta dan terus melesat hingga menjadi pucuk pimpinan di berbagai media, antara lain, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Umum ABRI, Pemimpin Redaksi Tabloid Star News, Pemimpin Redaksi Berita Kota, serta Pemimpin Redaksi korankota.co.id.
Saat ini, juga tergabung sebagai Pemimpin Redaksi di kelompok media Jawa Pos Grup, demikian dilansir inilah.com.
Perjalanan panjang Johnny di dunia wartawan membuktikan, idealisme dan semangat juang dalam pers tidak mengenal kata pensiun.
Ada kegelisahan yang membuncah, semacam panggilan nurani untuk terus aktif dalam organisasi wartawan di era bisnis media, yang sedang tidak baik-baik saja.
“Hanya Media yang mampu beradaptasi secara teknologi, bisnis, dan etika, yang akan tetap relevan di era digital ini,” kata ayah tiga anak ini.
Alumnus Lemhanas
Alumnus Kursus Reguler Angkatan (KRA) XXXIX Lemhannas RI tahun 2006, Johnny Hardjojo juga tak sekadar wartawan, tapi juga pemikir kebangsaan. Ia menerima piagam kehormatan dari Gubernur Lemhannas dan juga dari Menteri Pendidikan Nasional karena kualifikasinya sebagai dosen ilmu kewarganegaraan.
Pada tahun 2015, ia mendapat penghargaan Brevet TNI dari Panglima TNI Jenderal Moeldoko, sebuah pengakuan atas kontribusinya di bidang pemberitaan pertahanan dan keamanan.
Di lingkungan organisasi profesi, ia menduduki berbagai jabatan strategis. Dari Ketua Departemen Pertahanan PWI Pusat (2003-2008), Anggota Dewan Penasihat PWI Pusat (2008-2013), saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat PWI Jaya (2024–2029) dan Ketua Dewan Kehormatan Forum Pemred Media Siber Indonesia.
Namun pengabdian Johnny tak berhenti di meja redaksi. Sejak 1991, ia menjabat Ketua RW 014 Kelurahan Klender, Jakarta Timur. Ia juga dikenal sebagai penggerak kegiatan keagamaan dan sosial melalui Yayasan Masjid An-Nur Buaran Indah, yang telah ia pimpin selama hampir tiga dekade.
Kehidupan Keluarga
Dalam kehidupan keluarga, Johnny seorang ayah dari tiga anak berprestasi. Putrinya, Diah Ayu, merupakan alumni London School of Public Relations (LSPR) Jakarta dan istri Kapolresta Balikpapan Kombes. Pol. Anton Firmanto.
Putranya, Mayor Dwi Harmanto, Abituren Akmil, 2011, adalah perwira aktif di Bekangdam Jaya. Anak bungsunya, dr. Milka Anisya, dokter lulusan Universitas YARSI dan Magister ARS UPH (Universitas Pelita Harapan), merupakan isteri dari Ray Zulham, Ketua Umum Perbati – putra Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan.
“Anak-anak kan sudah selesai semua, sekarang saya memiliki banyak waktu, sehingga bisa lebih fokus mengabdi pada organisasi,” kata pria yang hobi menyanyi dan penyuka musik ini.
Dengan rekam jejak lebih dari 40 tahun di dunia pers, organisasi, dan kemasyarakatan, Johnny Hardjojo adalah potret wartawan pejuang, teguh dalam prinsip, rendah hati dalam laku, dan tak pernah lelah mengabdi untuk negeri. (*)



