SAMOSIR – Makam Raja Sidabutar, salah satu situs budaya berupa makam kuno dengan arsitektur ukiran yang unik di Samosir, telah direnovasi dan diresmikan langsung oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, bersama Sondang Sidabutar, Shinta Maruarar Sirait, dan Pembina Social Gracia Community, Lina Nurdin Tampubolon.
Renovasi makam raja Sidabutar ini merupakan hasil kepedulian keluarga besar Sabam Sirait-Sondang Sidabutar, orangtua dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait. Bupati Samosir mengapresiasi kepedulian tersebut dan berharap dapat dijaga bersama serta Pihak Pemkab Samosir siap bekerjasama dan berkolaborasi untuk pelestarian dan merawat objek wisata tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi yang sebesar-besarnya kepada orangtua kami atas kepedulian ini,” kata Vandiko. “Kami berharap kepedulian yang telah diberikan saat ini dapat dijaga bersama dan Pihak Pemkab Samosir siap bekerjasama dan berkolaborasi untuk pelestarian dan merawat objek wisata tersebut.”

Selain renovasi makam raja Sidabutar, kepedulian keluarga besar Menteri PKP diwujudkan dengan renovasi kamar mandi/toilet di komplek makam, pelabuhan Tomok, dan Creatif Hub Samosir, pendampingan terhadap pengrajin eceng gondok, dan bantuan mobil ambulance. Keluarga besar Menteri PKP juga akan melakukan bakti sosial dengan membagi sembako di Samosir.
Sondang Sidabutar berharap renovasi makam raja Sidabutar dapat menambah kunjungan wisata ke lokasi tersebut dan mengajak generasi muda untuk mengingat dan melestarikan budaya Batak. “Generasi muda harus ingat dengan budaya Batak, dengan ciri khasnya uning-uningan supaya tidak hilang,” katanya.
Shinta Maruarar Sirait menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Samosir atas kerjasama selama renovasi berlangsung dan berharap Pemerintah dapat membantu dari segi edukasi agar masyarakat dapat saling kerjasama dan menjaga kebersihan lingkungan.
Pembina Yayasan Social Gracia Community, Lina Nurdin Tampubolon, mengatakan bahwa acara peresmian ini juga sebagai tanda kasih untuk datang dan berbuat ke kampung halaman. “Tempat ini bukan hanya situs tetapi pengingat bahwa ada leluhur yang patut dihormati, menanamkan nilai hormat dan cinta kepada generasi penerus,” kata Lina.



